Senin 04 Mei 2026
KEMULIAAN ALLAH DALAM KASIH DAN MURKA-NYA
Sabda Renungan : “TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa-Nya, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman.” (Nahum 1:3)
Ketika kita berbicara tentang kemuliaan Allah, biasanya kita langsung mengaitkannya dengan kasih, kuasa, dan kemurahan-Nya. Namun, kita juga perlu menyadari bahwa murka Allah adalah bagian dari kemuliaan-Nya. Sayangnya, banyak gereja cenderung menghindari atau menutupi pembahasan tentang murka Allah. Padahal, memahami kemuliaan Allah tanpa menyertakan murka-Nya akan menghasilkan pengenalan yang tidak utuh.
Membicarakan murka Allah bukan soal suka atau tidak suka, melainkan soal kebenaran. Jika Alkitab dengan jelas menyatakannya, maka kita pun perlu menerimanya dengan sungguh-sungguh. Alkitab menunjukkan keseimbangan antara kebaikan dan murka Allah. Ia menyatakan kemuliaan-Nya bukan hanya melalui kasih dan anugerah, tetapi juga melalui keadilan dan penghukuman terhadap dosa.
Memang, berbicara tentang murka Allah terasa tidak nyaman. Namun, jika dipahami dengan benar, hal itu justru membawa kebaikan. Seperti seorang dokter yang mengobati pasien kanker, tindakannya mungkin menyakitkan, tetapi bertujuan untuk menyembuhkan. Demikian pula, dosa ibarat kanker yang harus dimusnahkan. Dalam hal ini, Allah menyatakan kemuliaan-Nya melalui murka untuk menghancurkan dosa yang merusak manusia.
Dalam Kitab Nahum, Allah menyatakan murka-Nya atas Niniwe, sekitar seratus tahun setelah pertobatan mereka pada masa Yunus. Bangsa itu kembali jatuh dalam penyembahan berhala dan melakukan penindasan. Melalui nabi Nahum, Allah menyatakan penghukuman atas kejahatan mereka, sekaligus menunjukkan kesabaran-Nya terhadap umat-Nya sendiri.
Allah menyatakan kemuliaan-Nya melalui kecemburuan yang kudus dan pembalasan yang adil. Ia menentang dosa dan mengganjar kejahatan dengan tegas. Ketika Niniwe merancang kehancuran bagi Yerusalem, Allah bertindak menyatakan murka-Nya sebagai bentuk keadilan dan perlindungan bagi umat-Nya.
Dengan demikian, kita belajar bahwa kemuliaan Allah dinyatakan secara utuh—baik melalui kasih maupun murka-Nya—demi menegakkan kebenaran dan menghancurkan dosa. MT
Kemuliaan Allah dinyatakan melalui kasih dan murka-Nya, menegakkan keadilan, menghancurkan dosa, serta menyatakan kebenaran bagi umat-Nya.





