Jumat 01 Mei 2026
KEMBALI UNTUK BERSYUKUR DAN MEMULIAKAN ALLAH
Sabda Renungan : “Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring.” (Lukas 17:15)
Pada suatu hari, Yesus berjumpa dengan sepuluh orang yang menderita kusta. Mereka memohon belas kasihan agar disembuhkan. Yesus menunjukkan belas kasih-Nya dengan menyuruh mereka pergi dan memperlihatkan diri kepada imam.
Ketika mereka taat, mereka pun disembuhkan. Sembilan orang langsung pergi, kemungkinan kembali kepada keluarga mereka untuk memberitahukan dan menunjukkan bahwa mereka telah sembuh. Mereka tampaknya adalah orang Yahudi yang dikenal religius. Namun, satu orang—seorang Samaria—kembali kepada Yesus, berlutut, menyembah, dan mengucap syukur. Ia sungguh-sungguh memuliakan Tuhan.
Yesus kemudian mempertanyakan keberadaan sembilan orang lainnya. Bukan karena Ia membutuhkan pujian, sebab kemuliaan-Nya sudah sempurna. Pujian manusia tidak menambah kemuliaan-Nya, dan ketidakbersyukuran manusia tidak menguranginya. Pertanyaan Yesus merupakan teguran bagi umat-Nya: “Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain daripada orang asing ini?” (Lukas 17:18).
Pertanyaan ini sangat relevan: di manakah umat Tuhan yang telah menerima hidup, kesehatan, dan berkat? Mengapa mereka tidak kembali untuk memuliakan Dia?
Kita yang telah menerima kasih, karunia, keselamatan, serta berkat jasmani dan rohani dari Allah tidak boleh lupa untuk bersyukur. Semua yang kita terima seharusnya mendorong kita datang kepada-Nya dengan hati penuh ucapan syukur. Firman Tuhan berkata, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” (1 Yohanes 4:19).
Segala perbuatan baik yang kita lakukan bagi Allah adalah respons atas apa yang terlebih dahulu Ia lakukan bagi kita. Kita memuliakan Allah karena Ia telah menciptakan kita sebagai makhluk yang mulia. Ketika kita kehilangan kemuliaan itu karena dosa, Yesus telah berkorban untuk memulihkannya. Karena itu, marilah kita terus memuliakan Dia dengan hidup yang penuh syukur. MT
Bersyukur dan memuliakan Tuhan adalah respon benar atas kasih, keselamatan, dan berkat yang kita terima.





