Selasa 28 April 2026
RESPON YANG BENAR TERHADAP KEMULIAAN ALLAH
Sabda Renungan : “Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat Gomora!” (Yesaya 1:10)
Kesaksian Nabi Yesaya atas penglihatannya menggambarkan kemuliaan Tuhan dengan sangat jelas. Penglihatan ini tidak terjadi pada awal pelayanannya, melainkan di tengah-tengah pelayanannya, meskipun isinya berkaitan dengan pengutusan. Sebelumnya, Yesaya telah bernubuat. Karena itu, penglihatan ini tampaknya bertujuan untuk meneguhkan pelayanannya.
Penglihatan ini sangat penting agar Nabi Yesaya memiliki pengertian yang benar tentang panggilannya sebagai seorang nabi. Allah menyatakan kemuliaan-Nya melalui sebuah penglihatan. Pertanyaannya adalah: apakah semua pelayan Tuhan wajib mengalami penglihatan seperti ini? Jawabannya, sama seperti manifestasi lainnya, penglihatan tersebut penting, tetapi tidak harus dialami oleh semua orang. Hal itu juga bukan tanda bahwa seseorang memiliki tingkat kerohanian yang lebih tinggi.
Penglihatan ini setidaknya mengandung dua hal penting :
- Kemuliaan Tuhan yang agung dan kudus menuntut setiap umat yang terlibat dalam pelayanan untuk terus menjaga kekudusan hidupnya. Dalam penglihatan yang mengagumkan itu, Nabi Yesaya juga melihat para serafim di sekitar Allah yang duduk di atas takhta yang tinggi. Serafim adalah makhluk malaikat yang mulia. Mereka mengumandangkan kekudusan Allah. Dari sini, Yesaya menyadari bahwa setiap pelayan Tuhan harus memancarkan kemuliaan-Nya, dan bahwa kekudusan Allah harus terus diberitakan di tengah umat.
- Penglihatan ini memberitahukan kepada Yesaya bahwa ia diutus untuk menjalani pelayanan yang berat dan penuh risiko. Allah menugaskannya untuk menyampaikan firman kepada umat yang “buta” walaupun memiliki mata, dan “tuli” walaupun memiliki telinga—yaitu umat yang tidak peka secara rohani. Risiko dari panggilan ini adalah harus tetap menyampaikan firman, meskipun berulang kali ditolak. Sebab, walaupun mereka menolak, mereka tetap umat yang dikasihi Allah.
Yang terpenting bukanlah penglihatan itu sendiri, melainkan respons Nabi Yesaya terhadap penglihatan tersebut. Setelah mengalami penglihatan itu, ia menyadari kekurangannya, semakin berserah kepada Tuhan, dan membangun pelayanannya dengan lebih sungguh-sungguh.
Dengan demikian, yang utama bukanlah mengalami penglihatan, melainkan bagaimana seseorang merespons firman dan panggilan Tuhan dalam hidupnya. MT
Penglihatan penting, tetapi respon taat kepada panggilan Tuhan jauh lebih utama dalam pelayanan.





