Sabtu 25 April 2026
KEMULIAAN YANG MENETAP
Sabda Renungan : “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” (Mazmur 16:11)
Pemazmur membuat pengakuan yang jujur: ketika ia terlepas dari Allah, ia kehilangan kemuliaan-Nya. Terpisah dari Allah berarti kehilangan makna dan tujuan hidup, bahkan kebahagiaan. Tanpa kehadiran Tuhan, tidak ada sesuatu yang benar-benar baik yang dapat dihasilkan.
Rasul Paulus juga mengungkapkan kebenaran ini ketika ia berkata: Filipi 1:21 “Karena bagiku hidup adalah Kristus…”
Hal ini menegaskan bahwa persekutuan dengan Allah, atau hidup dekat dengan-Nya, adalah sumber berkat dan kebahagiaan yang sejati. Oleh sebab itu, setiap orang percaya perlu membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.
Ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Ia memancarkan kemuliaan-Nya melalui hidup orang tersebut. Karena itu, jangan pernah menjauh dari Tuhan Yesus, supaya kemuliaan-Nya tetap tinggal dalam hidup kita. Jika kita menjauh, maka kemuliaan itu pun tidak lagi terpancar melalui hidup kita.
Kita bukanlah pemilik kemuliaan itu. Karena itu, berhentilah berusaha “memiliki” kemuliaan Allah. Biarlah Allah tetap menjadi sumber yang memancarkan kemuliaan-Nya melalui hidup kita. Dengan demikian, kemuliaan-Nya akan bekerja mengubahkan hidup kita dari dalam.
Dalam Mazmur 16:8-9, Daud mengakui bahwa ketika ia menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama, ia mengalami sukacita dan kegembiraan. Sukacita itu bukan hasil usaha manusia semata, melainkan karena hidupnya terarah kepada kemuliaan Allah.
Ketika hidup kita terarah kepada kemuliaan-Nya, terang-Nya akan menyinari kita, dan perubahan mulai terjadi. Kita akan mengalami kekuatan dan kedamaian yang sebelumnya tidak kita miliki. Kita hidup dalam kemenangan yang bukan berasal dari usaha sendiri, melainkan dari karya Allah dalam hidup kita.
Oleh karena itu, teruslah membangun hubungan pribadi yang intim dengan Allah. Dialah yang tidak membiarkan kita berjalan menuju kebinasaan, melainkan menuntun kita kepada jalan kebenaran. Hiduplah dekat dengan Allah, agar kemuliaan-Nya tetap bercahaya dan mengubahkan hidup kita. MT
Hidup dekat dengan Allah membuat kemuliaan-Nya nyata, membawa sukacita, kekuatan, dan perubahan hidup tanpa mengandalkan usaha manusia semata, tetapi karya Tuhan.





