Rabu 22 April 2026
BELAJAR SEJARAH DARI UMAT ALLAH
Sabda Renungan : “Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.” (1 Korintus 10:11)
Sepanjang sejarah perjalanan umat Israel, terdapat banyak kisah ajaib yang menunjukkan bahwa Allah menyatakan kemuliaan-Nya melalui dan atas bangsa ini. Namun, sejarah juga mencatat sisi gelap mereka, karena bangsa ini sering kali mudah melupakan Tuhan.
Sebagai bangsa pilihan, Israel sangat dekat dengan hati Allah dan menerima anugerah yang tidak pernah habis. Allah menyatakan kemuliaan demi kemuliaan atas mereka, tetapi bangsa ini tidak selalu berhasil memancarkan kemuliaan tersebut. Mereka kerap melakukan pemberontakan terhadap Allah. Ketika mereka menghormati dan memuliakan Tuhan, mereka mengalami kemenangan. Sebaliknya, ketika mereka melupakan dan meninggalkan-Nya, mereka mengalami kekalahan.
Jika kita membaca kitab-kitab sejarah secara berurutan, mungkin kita akan merasa kesal terhadap bangsa ini. Bahkan, bisa saja muncul pertanyaan: “Mengapa Israel yang dipilih? Apakah Allah kurang selektif?”. Namun, semua itu adalah bagian dari kedaulatan Allah. Ia memilih berdasarkan kemahatahuan-Nya.
Daripada mencoba mengkritik Allah, lebih baik kita belajar mengagumi-Nya. Betapa luar biasanya kasih setia Allah—meskipun umat-Nya berulang kali melawan, Ia tetap setia mengasihi mereka.
Kekalahan yang dialami umat Israel bukanlah semata-mata hukuman, melainkan konsekuensi dari melupakan Allah. Namun demikian, Allah tetap menyertai dan terlibat dalam perjalanan sejarah mereka.
Kita juga perlu menyadari bahwa kasih setia Allah bukanlah alasan untuk terus mengulangi kesalahan. Kita tidak boleh beralasan bahwa kita hanya manusia biasa yang tidak sempurna, lalu terus hidup dalam kesalahan.
Bangsa Israel, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, menjadi pelajaran berharga bagi umat Allah masa kini. Israel adalah umat Allah dalam Perjanjian Lama, sedangkan gereja adalah umat Allah dalam Perjanjian Baru. Israel tidak dapat belajar dari sejarah gereja, tetapi gereja dapat belajar dari sejarah Israel.
Karena itu, Israel bukan untuk disalahkan, melainkan untuk dipelajari. Melalui sejarah mereka, kita diajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jangan terfokus pada kegagalan mereka, tetapi kagumlah pada kesetiaan Allah yang tidak pernah berubah. MT
Sejarah Israel mengajarkan kesetiaan Allah; belajar dari kegagalan mereka, umat percaya dipanggil hidup taat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.






