Sabtu 18 April 2026
YESUS MEMBERKATI
Sabda Renungan : “Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.” (Lukas 24:51)
Dokter Lukas menutup Injilnya dengan mengisahkan kenaikan Yesus ke sorga, yang dilakukan dengan cara memberkati murid-murid-Nya. Namun, ia juga membuka Kisah Para Rasul dengan mengisahkan peristiwa yang sama secara lebih rinci. Walaupun diceritakan dua kali, inti pesannya tetap sama, yaitu bahwa kenaikan Yesus ke sorga bukanlah menciptakan jarak, melainkan justru menghilangkan jarak.
Dalam Injil Lukas, dijelaskan bahwa Yesus naik ke sorga dalam sikap memberkati. Memberkati di sini berarti memelihara hubungan yang akrab, sehingga setiap usaha yang berkenan kepada-Nya dapat berhasil (Ulangan 28:12). Memberkati juga berarti jaminan kehadiran-Nya untuk memberikan dukungan, kekuatan, kuasa, dan pertolongan (Efesus 3:16; Kolose 1:11). Lebih jauh lagi, memberkati berarti Allah bekerja di dalam dan melalui kehidupan umat-Nya untuk menghasilkan kebaikan (Filipi 2:13). Bahkan, tindakan pertama Allah dalam hubungan-Nya dengan manusia adalah memberkati (Kejadian 1:28).
Tuhan Yesus datang ke dunia untuk memberkati: “Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin masing-masing kembali dari segala kejahatanmu” (Kisah Para Rasul 3:26). Namun, berkat dari Tuhan Yesus tidak selalu berarti keuntungan atau kelimpahan materi. Berkat juga tidak selalu berarti ketiadaan penderitaan atau penyakit dalam hidup orang percaya. Oleh karena itu, kita perlu memahami bagaimana menerima berkat dari Tuhan dengan benar.
Kita hendaknya mengharapkan berkat-Nya atas pelayanan, pekerjaan, dan keluarga kita (Ibrani 12:2). Kita juga harus percaya, mengasihi, dan taat kepada-Nya. Namun, janganlah kita melakukan semua itu hanya untuk memperoleh berkat materi atau keuntungan hidup. Kita perlu menyingkirkan segala hal yang menghalangi hubungan kita dengan-Nya.
Allah memang memberkati umat-Nya berdasarkan kasih karunia-Nya, tetapi ada pula berkat yang bersyarat. Umat harus memilih antara berkat atau kutuk (Ulangan 30:15–18). Memilih berkat berarti hidup dalam ketaatan kepada Firman Tuhan, sebab ketidaktaatan mendatangkan kutuk (Yeremia 17:5–7). Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, dan diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan.
Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga berarti Ia memberkati dengan cara menghilangkan jarak, karena Ia tetap menyertai umat-Nya. Ia memberkati dengan memberi kesempatan untuk berhasil, selama umat-Nya tetap hidup dalam ketaatan kepada Firman-Nya. MT
Kenaikan Yesus membawa berkat, bukan jarak; Ia tetap menyertai, menguatkan, dan memberkati umat yang percaya, taat, serta mengandalkan-Nya sepenuh hati.






