Selasa 14 April 2026
ELIA “TUHAN ADALAH ALLAHKU”
Sabda Renungan : “Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.” (1 Raja-raja 17:14)
Elia bernubuat di Kerajaan Israel Utara yang memiliki kecenderungan hati menyembah berhala. Elia, yang berarti “Tuhan adalah Allahku”, mendapat misi dari Allah untuk menyadarkan bangsa Israel akan kemurtadan mereka. Nabi Elia pun dikenal sebagai nabi pembaharu yang berusaha menegakkan kembali perjanjian Allah atas umat-Nya. Topik utama dalam pelayanan Nabi Elia adalah pembuktian bahwa Allah adalah Tuhan yang hidup. Elia dengan sangat berani memproklamasikan bahwa Firman Allah adalah kebenaran yang mutlak dan harus ditaati. Nabi pemberani ini juga berulang kali mendemonstrasikan bahwa mukjizat tetap ada dan kuasa Allah tetap nyata.
Namun, Elia menyadari bahwa kebenaran Firman Allah dan nyata-Nya kuasa Allah perlu dibuktikan, terutama bagi dirinya sendiri, dan kemudian di hadapan dunia. Jalan untuk membuktikannya adalah dengan menaati Allah serta menghadapi langsung kesukaran-kesukaran yang mustahil diatasi oleh kemampuan manusia yang terbatas. Untuk itu, Allah menyuruh Elia pergi ke tepi Sungai Kerit.
Dalam kesendiriannya selama waktu yang cukup lama, Elia mengalami pemeliharaan Allah melalui burung gagak yang diperintahkan untuk mensuplai makanan setiap hari. Akibat kemarau panjang, Elia juga turut merasakannya. Kemudian Allah menyuruhnya pergi ke Sarfat. Sarfat juga merupakan wilayah yang terdampak kemarau panjang. Namun, Allah memelihara Elia melalui seorang janda miskin yang sebenarnya hanya menunggu waktu untuk mati bersama anaknya karena kehabisan makanan.
Peristiwa pemeliharaan Allah melalui keluarga janda miskin di Sarfat memberikan pelajaran berharga bagi Nabi Elia. Iman janda itu kepada Allah, melalui ketaatannya pada Firman Allah yang disampaikan oleh Nabi Elia, semakin menegaskan bahwa mukjizat dan kuasa Allah nyata. Janda yang taat kepada Firman menerima berkat jasmani sekaligus berkat rohani.
Namun, kesukaran tidak berhenti. Setelah masalah kebutuhan sehari-hari teratasi, anak janda itu meninggal. Terkadang, ketika satu kesukaran sudah berlalu, tragedi lain dapat datang secara tiba-tiba, bahkan kepada orang yang taat kepada Allah. Namun demikian, jangan pernah berhenti berharap kepada Allah. Nabi Elia berdoa, dan anak itu pun hidup kembali. Allah membuktikan kuasa-Nya kepada Elia sebagai persiapan untuk menyatakan kuasa-Nya di hadapan publik. Tidak heran jika Nabi Elia dengan penuh keyakinan menyatakan kuasa Allah di Gunung Karmel dan mempermalukan ratusan nabi Baal. MT
Ketaatan kepada Allah di tengah kesukaran membuka jalan bagi pemeliharaan, mujizat, dan penyataan kuasa-Nya yang nyata dalam kehidupan orang percaya.






