Jumat 10 April 2026
TEMPATNYA BUKAN DI KUBURAN
Sabda Renungan : “Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: ”Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, ” (Lukas 24:5-6)
Para perempuan pengikut Yesus mencari-Nya ke kubur karena mereka berpikir bahwa Yesus masih mati dan berada di sana. Mereka tidak mengingat perkataan Yesus tentang kebangkitan-Nya pada hari ketiga setelah kematian-Nya. Mereka datang dengan membawa rempah-rempah untuk meminyaki tubuh Yesus.
Tidak terpikirkan oleh mereka bahwa mereka tidak mungkin menggulingkan batu penutup kubur yang besar itu. Sangat jelas bahwa kasih mereka kepada Yesuslah yang mendorong mereka melakukan hal tersebut. Seperti lirik lagu yang dinyanyikan Agnes Monica, “Kasih kadang tak ada logika.”. Kasih kepada Yesus bukanlah anti-logika, tetapi melampaui logika.
Sesampainya di kubur, mereka sempat merasa gembira melihat batu penutup yang sudah terguling. Mereka masih berpikir akan meminyaki tubuh Yesus. Namun, ternyata Yesus tidak ada; kubur itu sudah kosong. Kesedihan pun sempat membuat mereka terdiam.
Tiba-tiba, muncul dua orang berpakaian berkilauan yang menegur mereka, “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati?”. Teguran itu menghentikan kebingungan mereka dan menyadarkan akan kekeliruan yang tidak perlu terjadi.
Bagi pengikut Yesus, adalah suatu kekeliruan jika mencari-Nya sebagai sosok yang mati, karena Ia telah menyatakan bahwa Ia akan bangkit. Kematian Yesus pun berbeda dengan kematian manusia pada umumnya. Yesus mati untuk mengalahkan kematian, sehingga kematian-Nya memiliki tujuan yang jelas.
Dalam kenyataan, masih banyak pengikut Kristus yang hanya meyakini Yesus sebagai fakta sejarah, tetapi tidak menghidupi-Nya sebagai kebenaran yang nyata. Hal ini sama seperti mencari Yesus yang hidup di tempat yang mati. Sebaliknya, jika kita meyakini dan menghidupi-Nya sebagai Yesus yang bangkit, berarti kita menghampiri-Nya dengan iman bahwa Ia hidup dan terus berkarya.
Karena Yesus telah bangkit, Ia memiliki tubuh kebangkitan yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Ia tidak lagi berada di kubur atau di tempat yang terbatas. Ketika para murid berkumpul di ruangan yang terkunci, Yesus tetap dapat hadir di tengah-tengah mereka. Ia hidup dan menjumpai para pengikut-Nya, dan kehadiran-Nya tidak dapat dibatasi oleh apa pun. MT
Kasih kepada Yesus melampaui logika; Ia hidup dan bangkit, hadir tanpa batas, dan harus dialami sebagai kebenaran nyata dalam hidup.






