Kamis 09 April 2026
YESUS MENEMUI PARA MURID
Sabda Renungan : “Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.” (Markus 16:14)
Setelah Yesus bangkit dari kematian, Ia dengan sengaja menampakkan diri kepada para murid dan pengikut-Nya. Para penjaga kubur yang ditugaskan oleh pihak Romawi atas permintaan para pemuka agama Yahudi tentu menjadi orang pertama yang mengetahui bahwa Yesus telah bangkit, karena mereka menyaksikan sendiri fenomena alam yang menggulingkan batu penutup kubur-Nya.
Mereka sebenarnya sudah tahu pasti bahwa Yesus bangkit dan bahkan memberitakannya kepada imam-imam kepala. Namun, dengan mudahnya mereka menyebarkan berita bohong karena tergiur uang sogokan. Hal ini sudah cukup menjelaskan mengapa Yesus tidak menyatakan diri kepada para penyiksa, pengejek, dan pembunuh-Nya.
Yesus justru menyatakan diri kepada para pengikut-Nya, karena merekalah yang akan menerima tongkat estafet untuk melanjutkan karya keselamatan-Nya di dunia ini. Ketika Yesus bertemu dengan sebelas murid-Nya, hal pertama yang Ia lakukan adalah mencela kedegilan hati mereka, karena mereka tidak percaya akan kebangkitan-Nya, walaupun telah diberitahukan oleh teman-teman mereka yang telah lebih dahulu bertemu dengan Yesus yang bangkit.
Para murid dipersiapkan oleh Yesus untuk mewartakan karya keselamatan-Nya, agar manusia berdosa percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Jika mereka sendiri sulit percaya, bagaimana mungkin mereka dapat meyakinkan orang lain untuk percaya kepada Injil yang mereka beritakan?
Perlu diingat, teguran Yesus bukan untuk melemahkan, melainkan untuk mendorong agar mereka semakin percaya kepada semua yang telah Dia ajarkan. Ada pelajaran penting bagi para pengikut Kristus sepanjang zaman: kehadiran Yesus adalah suatu kepastian yang nyata dan terus berlangsung.
Kita mungkin saja meragukan kesaksian orang lain, tetapi jangan pernah meragukan kehadiran Yesus yang senantiasa hadir dalam dan melalui kehidupan kita. Dalam hal ini, Yesus mengajarkan bahwa iman kepada-Nya sangat berkaitan dengan kondisi hati. Jika hati tulus dan bersih dalam merespons janji-janji-Nya, maka akan lebih mudah bagi kita untuk percaya dan menaati firman-Nya.
Karena itu, hal penting yang perlu dibangun dalam hidup adalah ketulusan dan kebersihan hati setiap kali kita datang kepada-Nya. Jika Yesus berkenan menemui para murid yang memiliki hati yang degil, maka Ia juga berkenan menemui setiap orang percaya. Tujuan-Nya adalah menegur, membentuk, dan memotivasi kita agar terus bertumbuh dalam ketulusan dan kemurnian hati. MT
Yesus menegur untuk membangun iman; hati yang tulus dan bersih memampukan kita percaya, taat, dan mengalami kehadiran-Nya setiap waktu.






