Jumat 03 April 2026
PENDERITAAN YESUS (2)
Sabda Renungan : “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; anjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:4-5)
Semua penderitaan Yesus adalah penderitaan yang seharusnya menjadi bagian manusia berdosa, tetapi ditimpakan kepada-Nya.
- Penderitaan keenam adalah memikul salib menuju Bukit Golgota. Yesus, yang telah mengalami siksaan berat dan kehilangan banyak darah, tetap dipaksa memikul salib-Nya sendiri. Dalam kondisi fisik yang sangat lemah, Ia harus menapaki jalan penderitaan menuju tempat penyaliban.
- Penderitaan ketujuh adalah penyaliban itu sendiri. Salib diletakkan di tanah, lalu tubuh Yesus dipakukan padanya. Setelah itu, salib ditegakkan bersama tubuh-Nya yang tergantung. Betapa menyakitkan dan mengerikan cara penghukuman tersebut. Setiap tarikan napas menjadi perjuangan yang penuh penderitaan.
- Penderitaan kedelapan adalah hujatan orang banyak ketika Ia tergantung di kayu salib selama berjam-jam. Alih-alih berempati, orang-orang justru melontarkan ejekan dan kata-kata kasar. Dalam kesengsaraan yang begitu besar, Yesus tetap memilih diam dan menanggung semuanya dengan kasih.
- Penderitaan kesembilan adalah saat Yesus ditinggalkan oleh Allah Bapa. Ia berseru, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Inilah klimaks penderitaan-Nya. Yesus mengalami keterpisahan dari Bapa sebagai pengganti manusia berdosa, padahal Ia sendiri tidak berdosa. Ia menderita karena pemberontakan manusia. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya kita diperdamaikan dengan Allah. Ia ditinggalkan agar kita tidak pernah ditinggalkan.
- Penderitaan kesepuluh tergambar dalam seruan terakhir-Nya, “Sudah selesai.” Dengan seruan itu, penderitaan-Nya berakhir dan karya penyelamatan-Nya digenapi dengan sempurna. Hutang dosa manusia telah dilunasi oleh Dia yang hidup tanpa dosa. Setelah semuanya selesai, Ia berserah, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Kematian Yesus bukanlah kekalahan, melainkan kemenangan demi keselamatan manusia berdosa. MT
Yesus menanggung penderitaan hingga tuntas, menyelesaikan penebusan, mengalahkan dosa, dan memberi keselamatan kekal bagi manusia berdosa.





