Kamis 26 Maret 2026
KOMUNITAS YANG DIBERKATI OLEH KEHADIRAN YESUS
Sabda Renungan : “Maka kata Yesus kepada mereka: ‘Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.’ Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.” (Yoh. 21:6)
Sering kali hamba Tuhan mengkhotbahkan peristiwa murid-murid yang kembali menangkap ikan sebagai tanda kemunduran dan kembali pada kehidupan lama. Seakan-akan mereka telah meninggalkan komitmen sebagai pengikut Kristus. Menurut penulis, pemikiran seperti itu boleh saja dikembangkan. Namun, saya melihat sisi yang baik, yaitu mereka tetap setia hidup bersama dalam komunitas. Mereka masih mengharapkan kehadiran Yesus saat bersekutu, karena mereka sudah mengetahui bahwa Yesus telah bangkit.
Sesungguhnya, mereka sedang berada dalam proses peningkatan komitmen untuk pergi memberitakan Injil, hanya saja mereka belum mengetahui langkah selanjutnya. Mereka juga belum menerima perintah untuk menunggu di Yerusalem. Mereka sedang menantikan arahan berikutnya dari Yesus. Itulah sebabnya mereka tetap menjalani kebersamaan dalam komunitas. Pergi menangkap ikan adalah bagian dari kebutuhan hidup mereka, karena mereka harus mencari nafkah bagi diri sendiri dan keluarga. Menangkap ikan bukanlah kembali pada kehidupan lama, melainkan bentuk tanggung jawab dalam menjalani kehidupan yang wajar.
Namun, mereka bekerja keras semalam-malaman tanpa memperoleh apa pun. Selama tiga tahun mereka telah meninggalkan pekerjaan itu. Yesus memang telah mengarahkan mereka untuk tidak lagi menjadi penjala ikan, melainkan penjala manusia. Meski demikian, ketika mereka menaati bimbingan Yesus dalam hal menangkap ikan, mereka memperoleh tangkapan yang sangat banyak tanpa merusak jala mereka.
Mereka menyadari bahwa tanpa kehadiran Tuhan Yesus, usaha mereka akan sia-sia. Tetapi ketika mereka menyambut kehadiran dan tuntunan-Nya, mereka mengalami keberhasilan. Mereka pun menaati perintah Tuhan Yesus untuk membawa tangkapan itu ke darat. Ternyata, Yesus telah menyediakan ikan dan roti bakar untuk sarapan mereka. Mereka taat dan diam, tidak berani banyak berbicara, meskipun hati mereka dipenuhi kasih yang menyala-nyala kepada-Nya. Sungguh, mereka menjadi komunitas yang diberkati oleh kehadiran Yesus. MT
Tanpa Yesus usaha sia-sia, bersama-Nya ketaatan menghadirkan berkat, keberhasilan, dan persekutuan yang dipulihkan dalam komunitas setia menantikan tuntunan-Nya.




