Rabu 25 Maret 2026
PENUAI YANG MENUAI BERKAT KENAIKAN KRISTUS
Sabda Renungan : “Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga.” (Lukas 24:51)
Komunitas orang percaya menyaksikan Tuhan Yesus naik ke surga dalam keadaan sedang memberkati. Tuhan Yesus memilih cara ini tentu dengan tujuan yang mulia. Ia bisa saja memilih cara yang lebih fantastis. Misalnya, Ia dapat naik dengan kereta berapi seperti Nabi Elia atau terbang cepat seperti gambaran tokoh pahlawan. Namun, Tuhan Yesus memilih terangkat ke surga sambil memberkati murid-murid-Nya. Kata memberkati, dari kata dasar Yunani eulogia, mengandung makna yang dalam :
- Pertama, memberkati berarti Tuhan Yesus yang terangkat ke surga tetap memberikan karunia ilahi yang membuat pekerjaan para pengikut-Nya berhasil, karena mereka mengalami kehadiran Allah yang memberi kekuatan, kuasa, dan pertolongan. Memberkati adalah hal pertama yang Allah lakukan dalam hubungan-Nya dengan manusia (Kejadian 1:28). Allah tetap menjadi Pribadi yang memberkati umat yang setia kepada-Nya melalui Firman-Nya.
- Kedua, memberkati juga berarti bahwa sekalipun Tuhan Yesus naik ke surga, Ia memberikan karunia untuk melengkapi para pengikut-Nya dengan karunia-karunia Roh Kudus. Karunia-karunia ini membuktikan bahwa kuasa-Nya nyata dalam hidup setiap orang percaya yang bersaksi dan melayani, sebagaimana dijelaskan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 12:1–11.
- Ketiga, memberkati berarti memimpin, menuntun, menguatkan, dan menghibur. Seperti yang ditulis dan dijanjikan Tuhan Yesus dalam Yohanes 14:15–20, Roh Kudus akan diam di dalam hidup orang percaya. Dengan demikian, berkat kenaikan Tuhan Yesus ke surga justru menghilangkan jarak antara Dia dan umat-Nya. Ia senantiasa hadir bersama kita dalam setiap musim kehidupan. MT
Kenaikan Yesus bukan perpisahan, melainkan berkat penyertaan, kuasa Roh Kudus, dan jaminan kehadiran-Nya yang terus memimpin umat-Nya sepanjang kehidupan.




