Jumat 20 Maret 2026
TIGA(3) KUNCI PENUAI
Sabda Renungan : “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,” (Yohanes 3:16)
Sama seperti kerinduan kita agar semakin banyak jiwa mengenal dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, terlebih lagi Tuhan sendiri menginginkan agar semua orang diselamatkan. Pertanyaannya, bagaimana caranya agar kita mengalami penuaian?
1. Berdoa bersama-sama
Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, murid-murid melakukan sesuatu yang berdampak luar biasa bagi perkembangan kekristenan, yakni berdoa bersama-sama. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tekun dan sehati, serta menjadi gaya hidup gereja mula-mula (Kisah Para Rasul 1:12–14).
Dalam 1 Timotius 2:1–4, Rasul Paulus menasihati Timotius, anak rohaninya, untuk menaikkan doa bagi semua orang, termasuk raja-raja dan para pembesar, supaya kita dapat hidup tenang dan tenteram. Tujuannya adalah agar semua orang diselamatkan. Mungkin banyak di antara kita sudah berdoa untuk penuaian jiwa – melalui doa puasa, doa syafaat, dan lain-lain. Namun, doa seperti itu belumlah cukup. Kita perlu melakukan satu hal lagi, yaitu berdoa bersama-sama.
2. Pencurahan Roh Kudus
Apa yang terjadi ketika jemaat mula-mula berdoa? Roh Kudus dicurahkan. Inilah dampak dari doa yang dinaikkan bersama-sama. Rasul Petrus berkhotbah, dan hasilnya banyak orang menerima perkataannya serta memberi diri dibaptis. Dalam satu hari, jumlah orang percaya bertambah dari sekitar 120 orang menjadi 3.000 jiwa – suatu jumlah yang luar biasa.
3. Gaya hidup
Kebiasaan jemaat mula-mula untuk berdoa bersama-sama terus dilanjutkan. Kisah Para Rasul 2:42 mencatat bahwa selain berdoa, mereka juga tekun dalam pengajaran rasul-rasul, dalam persekutuan, dalam memecahkan roti, dan dalam doa. Akibatnya, setiap hari Tuhan menambahkan jumlah orang yang diselamatkan. Terjadi multiplikasi jiwa-jiwa.
Gaya hidup seperti itu juga dirasakan oleh orang-orang di sekitar mereka. Jemaat mula-mula disukai oleh semua orang yang melihat kehidupan mereka. MT
Penuaian terjadi melalui doa bersama, pencurahan Roh Kudus, dan gaya hidup jemaat yang setia serta berkenan kepada Tuhan.




