Kamis 19 Maret 2026
PENUAI MEMPEROLEH PERKARA BESAR
Sabda Renungan : “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.” (Mazmur 126:5)
Kualitas hidup seorang penuai tidak cukup diukur melalui kemampuannya untuk menuai, sebab menuai bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Kita tidak akan pernah menuai jika tidak ada penabur. Kesediaan yang mendalam dan kerja keras dalam menaburlah yang memungkinkan adanya tuaian yang besar. Namun, tuaian yang besar akan menjadi sia-sia tanpa kerja keras para penuai.
Menabur biasanya diidentikkan dengan air mata, sedangkan menuai diidentikkan dengan sukacita dan tawa. Hal itu dapat dimengerti, karena menabur sering disertai kedalaman pergumulan dan kesedihan jiwa dalam ketekunan bekerja dan berdoa. Menabur juga merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan dengan kerajinan dan kesabaran yang maksimal. Namun, umat Tuhan harus percaya bahwa apa yang di-tabur dengan rajin akan diberkati Allah dengan berlimpah-limpah.
Jadi, kualitas seorang penuai tidak dapat dipisahkan dari kesediaannya untuk menabur dalam kesetiaan memberitakan kebenaran dan hidup dalam doa syafaat yang tidak berkeputusan. Walaupun mengalami berbagai kesulitan dan kepedihan, ia tetap bertahan karena mengetahui bahwa akan ada tuaian besar yang disediakan oleh Allah.
Pemazmur mengatakan, “Tuhan akan melakukan perkara yang besar kepada orang ini.” Perkara yang besar itu termasuk tuaian yang besar, berupa pembaruan, kebangunan rohani, dan perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib. Tuaian yang besar hanya dapat dituai oleh penuai yang mau bekerja keras dan segera bertindak tanpa menunda-nunda.
Jika menabur dilakukan dengan ketelitian dan ketabahan, maka menuai perlu dilakukan dengan cepat dan tidak boleh ditunda-tunda. Menunda berarti kehilangan tuaian. Mengapa demikian? Karena tuaian yang tidak segera dituai lambat laun akan rontok. MT
Kualitas penuai terlihat dari kesetiaan menabur, ketekunan berdoa, dan kesigapan menuai tanpa menunda kesempatan Tuhan.





