Rabu 18 Maret 2026
PENUAI DENGAN IMANNYA
Sabda Renungan : “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” (Yakobus 2:17)
Mungkinkah seorang penuai dalam ladang Tuhan tidak mempunyai iman? Tentu saja tidak mungkin. Pertanyaannya sekarang adalah, iman yang bagaimanakah yang dimilikinya? Jawabannya, penuai dalam ladang Tuhan harus bersungguh-sungguh dalam kehidupannya. Yakobus mengatakan, jangan sampai memiliki iman yang tidak dinyatakan melalui perbuatan-perbuatannya. Artinya, penuai dalam ladang Tuhan harus mempunyai iman yang dinamis.
Iman yang dinamis, pertama-tama, adalah iman yang sesuai dengan Firman Allah, karena iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus (Roma 10:17). Seorang ahli teologi, Yohanes Calvin, menulis, “Hanya imanlah yang membenarkan, tetapi iman yang membenarkan tidak dapat berdiri sendiri.” Artinya, iman yang bersumber dari Firman Tuhan akan selalu membawa kehidupan, dan kehidupan yang dihasilkan oleh iman nyata melalui perbuatan-perbuatan yang benar dan baik. Orang beriman mengetahui kebenaran dan hidup mendukung kebenaran Firman Tuhan itu melalui perbuatannya. Iman kepada Kristus membawa kehidupan (Yakobus 2:26), dan kehidupan itu terus bertumbuh serta berbuah.
Yakobus ingin mengatakan bahwa iman yang menyelamatkan harus dinyatakan juga melalui perbuatan. Untuk memperjelasnya, Yakobus menempatkan dua tokoh yang sangat berbeda, yaitu Abraham dan Rahab. Abraham dipanggil Allah secara langsung, sedangkan Rahab tidak. Abraham adalah orang saleh, sedangkan Rahab seorang perempuan sundal. Abraham disebut sahabat Allah, sedangkan Rahab berasal dari bangsa yang memusuhi Allah. Walaupun mereka dua pribadi yang mempunyai perbedaan sangat tajam, mereka mempunyai persamaan dalam hal memiliki iman yang menyelamatkan.
Abraham menyatakan imannya melalui tindakan nyata dengan meninggalkan negerinya dan mempersembahkan Ishak. Rahab menyatakan imannya melalui tindakannya melindungi para pengintai Israel dan menyatakan imannya kepada keluarganya. MT
Iman sejati harus dinyatakan melalui perbuatan nyata yang sesuai Firman Tuhan dan menghasilkan kehidupan yang bertumbuh.




