Selasa 17 Maret 2026
PENUAI HARUS BERSUNGGUH-SUNGGUH
Sabda Renungan : “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”(Yakobus 1:22)
Penuai yang tidak sungguh-sungguh dalam kebenaran dapat dikategorikan sebagai orang yang menipu diri sendiri. Bukan karena ia tidak dikenal Yesus seperti yang tertulis dalam Matius 7:22–23. Sudah tentu seorang penuai adalah seorang yang mempunyai iman sejati. Namun, hati-hati, jangan sampai Saudara menjadi seorang yang sedang menipu diri sendiri berkenaan dengan kehidupan Kristen Saudara. Artinya, Saudara beranggapan sudah cukup rohani, padahal tidak. Dalam hal ini, kita perlu menghadapi diri sendiri secara jujur dan mengenal diri sendiri. Jika ada yang tidak benar, haruslah segera membuangnya.
Yakobus mengatakan, “Buanglah segala sesuatu yang kotor.” Penuai harus menyadari bahwa mengizinkan kekotoran moral apa pun ke dalam kehidupan akan selalu melanggar standar yang dibuat Allah. Hal itu merupakan bukti bahwa seseorang tidak bersungguh-sungguh hidup dalam kebenaran.
Firman yang kita dengar melalui khotbah maupun melalui pembacaan Alkitab tidak dapat menguasai seseorang secara efektif jika ia belum membuang segala sesuatu yang kotor dalam dirinya. Padahal, Firman Tuhanlah yang menguduskan hidup kita. Firman Tuhan adalah kebenaran. Bersungguh-sungguh hidup dalam kebenaran berarti bersungguh-sungguh hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Mendengar Firman Tuhan saja tidaklah cukup; harus dilanjutkan dengan melakukannya.
Ada banyak orang yang rajin membaca Alkitab dan menandai ayat-ayat tertentu. Hal itu baik, tetapi jauh lebih baik jika setelah membaca Alkitab, ayat-ayat tersebut menandai hidup kita melalui kerelaan untuk melakukan apa yang kita baca.
Dalam hal ini, betapa pentingnya mengakui kebutuhan kita akan penyertaan Tuhan, sebab tanpa iman kita akan bermasalah. Hiduplah bersungguh-sungguh dalam kebenaran. MT
Hidup sungguh dalam kebenaran berarti membuang dosa, melakukan Firman, dan jujur menilai diri di hadapan Tuhan.





