Senin 16 Maret 2026
PENUAI HARUS MENANG ATAS COBAAN
Sabda Renungan : “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yakobus 1:12)
Ada sebuah kalimat bermakna: “Bila kehidupan menyodorkan kepada Saudara sebuah nanas, olahlah menjadi beberapa botol sirup.” Agak mudah menertawakan kalimat tersebut daripada melakukannya. Tetapi kalimat bermakna ini mengandung filsafat dasar Alkitabiah. Semua penuai harus meningkatkan kualitas hidupnya dengan mengubah kekalahan menjadi kemenangan, tidak membiarkan diri menjadi korban, tetapi berjuanglah untuk menjadi pemenang.
Alkitab mencatat: “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila Saudara jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.” Menganggap sebagai suatu kebahagiaan berarti bukan sungguh-sungguh kebahagiaan, tetapi juga bukan kebahagiaan semu. Anggapan di sini mengandung pengertian pandangan dan sikap optimis, karena pandangan menentukan hasil dan sikap menentukan tindakan.
Seorang desainer membuat karyanya dengan cara melihat gambar yang sudah jadi. Seperti itulah kita harus berkarya, dengan melihat kepada rencana Tuhan yang sudah pasti atas hidup kita. Pada waktu seorang penuai dihadapkan kepada pencobaan, ia harus berhenti melihat kepada tujuan iblis untuk menjatuhkan, tetapi saatnya melihat kepada tujuan Tuhan untuk meningkatkan kualitas hidup kita.
Jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan bukanlah berarti mencari-cari pencobaan, bukan pula pura-pura hidup dalam pencobaan, sebab pencobaan itu pasti datang tanpa dicari-cari. Menghadapi pencobaan untuk pembentukan watak lebih penting daripada menghindari pencobaan demi menikmati kenyamanan. Jika kita menghadapi pencobaan untuk pembentukan watak, sudah pasti kita menjadi pemenang. Tetapi jika menghindari pencobaan untuk memperoleh kenyamanan, sudah pasti menjadi pecundang yang kalah.
Buah nanas adalah buah yang kasar dan berduri, tetapi kita bisa memprosesnya menjadi beberapa botol sirup yang lembut dan manis. Dalam proses tersebut dibutuhkan ketekunan dan kerja nyata. Namun, tidak perlu tawar hati, karena hasilnya cukup menyenangkan. MT
Ubah pencobaan menjadi kemenangan dengan sikap optimis, ketekunan, dan iman kepada rencana Tuhan yang pasti.




