Sabtu 28 Februari 2026
KOMITMEN HIDUP KUDUS
Sabda Renungan : “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja.” (Daniel 1:8a)
“Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas daripada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya” (Daniel 1:20).
Hari ini kita belajar dari seorang muda yang mampu mengalahkan dunia. Daniel adalah orang muda yang memiliki roh yang luar biasa serta kualitas hidup di atas rata-rata. Dalam bahasa Ibrani, nama “Daniel” berarti Tuhanlah Hakimku. Kata “hakim” sendiri mengandung makna yang sangat dalam, yaitu gambaran tentang kebijaksanaan yang mencakup hikmat, kekudusan, intelektualitas, dan integritas.
Daniel adalah salah seorang dari orang-orang muda pilihan yang ditangkap dan dibawa oleh Nebukadnezar, raja Babel, pada waktu Yerusalem runtuh. Alkitab mencatat, “…orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim” (Daniel 1:4). Di negeri Babel, oleh pemimpin pegawai istana, nama Daniel diganti menjadi Beltsazar.
Meskipun berada di negeri pembuangan, grafik kehidupan Daniel bukannya semakin merosot, melainkan justru semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan janji firman Tuhan, “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor; engkau akan tetap naik dan bukan turun” (Ulangan 28:13). Keberhasilan Daniel bukan diperoleh melalui kecurangan, suap, atau kompromi, melainkan karena ia memiliki kualitas hidup yang berbeda dari orang lain.
Daniel berkomitmen untuk hidup kudus. Tentu bukan perkara yang mudah bagi seorang muda untuk tidak menajiskan diri dengan perkara-perkara duniawi. Alkitab mencatat, “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tidak menajiskan dirinya” (Daniel 1:8).
Daniel bersikap tegas dan tidak mau berkompromi sedikit pun dengan dosa. Ia tetap setia menjaga kekudusan hidupnya. Apa kuncinya? Firman Tuhan berkata, “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu” (Mazmur 119:9). MT
Hidup kudus dan setia pada firman Tuhan menjadikan orang muda unggul, berhikmat, dan dipakai Tuhan.




