Kamis 26 Februari 2026
PILIHAN YANG BERKENAN
Sabda Renungan : “Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti pasir di tepi laut.” (1 Raja-raja 4:29)
Salomo tidak meminta sesuatu untuk kepentingan dirinya sendiri. Apa yang ia minta justru berkaitan erat dengan tugas dan tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepadanya sebagai raja. Ia menyadari bahwa memimpin bangsa yang besar membutuhkan lebih dari sekadar kekuasaan atau kekuatan. Karena itu, Salomo meminta hikmat—kebijaksanaan yang memenuhi dirinya—agar ia mampu membedakan yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah. Dengan hikmat tersebut, ia dapat menimbang setiap perkara dan mengambil keputusan dengan tepat serta adil.
Pilihan Salomo ini berkenan di mata Tuhan dan dinilai sebagai sesuatu yang baik. Tuhan pun mengabulkan permintaannya sepenuhnya, sehingga Salomo menjadi pribadi yang luar biasa dalam hal hikmat, bahkan tak tertandingi oleh siapa pun pada zamannya. Alkitab mencatat, “Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut, sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir” (1 Raja-Raja 4:29–30).
Pemberian Tuhan tidak berhenti sampai di situ. Pilihan yang diambil Salomo ternyata mendatangkan berkat-berkat lain dalam hidupnya. Firman Tuhan berkata, “Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja” (1 Raja-Raja 3:13). Bahkan Tuhan berjanji memperpanjang umurnya apabila Salomo tetap hidup setia dan taat seperti Daud, ayahnya.
Dengan demikian, bukan hanya hikmat, tetapi juga kekayaan, kemuliaan, dan kemasyhuran menjadi bagian hidup Salomo. Ia dikenal bukan hanya sebagai raja yang berhikmat, tetapi juga sebagai raja terkaya yang pernah dicatat dalam Alkitab. Namun semua itu bukan karena keberuntungan semata, melainkan karena pilihan yang benar. Salomo menekan egonya dan memilih kepentingan orang banyak. Pilihan yang tidak berpusat pada diri sendirilah yang mendatangkan perkenanan dan berkat Tuhan secara menyeluruh. MT
Hikmat Tuhan menyertai mereka yang mengutamakan tanggung jawab, kerendahan hati, dan kepentingan orang banyak.




