Senin 19 Januari 2026
KEADILAN DAN KEBENARAN
Sabda Renungan : “Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya Tuhan memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.” (Kejadian 18:19)
Tiga malaikat menemui Abraham dan memberitahukan hukuman yang akan menimpa Sodom dan Gomora. Rupanya, salah seorang dari ketiga malaikat itu merupakan manifestasi Allah dalam rupa manusia yang bercakap-cakap dengan Abraham. Pada awalnya Tuhan ingin merahasiakan rencana-Nya kepada Abraham, tetapi dengan pertimbangan yang matang Tuhan pun memberitahukannya.
Alasan Tuhan membukakan hal itu kepada Abraham adalah karena Abraham merupakan pilihan Allah yang akan menjadi bangsa yang benar sesuai dengan janji dan rencana Allah. Allah tak akan menutupi sesuatu yang penting kepada Abraham, agar ia hidup menurut petunjuk-Nya untuk melakukan kebenaran dan keadilan.
Pada renungan singkat ini, fokusnya adalah bahwa umat pilihan Allah dipanggil untuk melakukan kebenaran dan keadilan. Bila Allah memilih Abraham untuk menjadi pemimpin, hal itu dimulai dari keluarganya, menuntun kepada kebenaran dan keadilan. Semua umat pilihan Allah hendaklah terpanggil menuntun sesama kepada hidup dalam kebenaran dan keadilan, tentu saja setelah hidup dalam kebenaran dan keadilan itu sendiri.
Hidup dalam kebenaran dan keadilan berarti hidup dengan cara yang benar dalam membawakan diri, serta hidup dengan cara yang benar dalam memperlakukan orang lain. Pengertian kebenaran dan keadilan sangat dekat dan hampir tak dapat dipertentangkan atau dibedakan. Proses menyatakan kewajiban adalah kebenaran, dan proses menyatakan hak adalah keadilan. Kewajiban dan hak haruslah berjalan seiring.
Ukuran dan nilai tertinggi dalam hidup manusia yang diturunkan Allah adalah kebenaran dan keadilan. Kebenaran dan keadilan dapat dipaksakan melalui berbagai peraturan dan hukum, tetapi kebenaran dan keadilan yang dibangun dan diamalkan dengan baik terjadi karena didasarkan pada kasih Allah Yang Mahakuasa, sumber kebenaran dan keadilan.
Semua pengikut Kristus tidak memproduksi kebenaran dan keadilan dari diri sendiri, tetapi ketika hidup di dalam Kristus, dimungkinkan untuk hidup dalam kebenaran dan keadilan. Dengan demikian, seseorang mampu berproses membawakan diri secara benar dan membangun sikap yang baik terhadap sesamanya. MT
Keadilan nyata melalui cara benar membawa diri dan cara benar memperlakukan orang lain.




