Selasa 11 November 2025
PETUALANGAN HIDUP YANG ABADI
Bacaan Sabda : Roma 11:33 – 12:2
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)
Adakah saudara mengenal seseorang yang suka berpetualang? Penulis mengenal seseorang yang memiliki jiwa petualang. Semangat petualangannya disalurkan melalui kegiatan mendaki gunung. Biasanya, mereka membentuk tim dan dengan perlengkapan seadanya bermalam-malam di sebuah kemah sederhana di tengah hutan.
Ketika mereka tiba di puncak gunung—yang merupakan tujuan utama—itu menjadi kepuasan tersendiri bagi mereka. Terus terang, penulis menganggap hal itu sebagai kegiatan yang sia-sia, hanya membuang tenaga, biaya, dan waktu. Namun, bagi para petualang, kegiatan tersebut sangat berharga dan tidak dapat ditukar dengan uang.
Penulis sendiri terbiasa berminggu-minggu di hutan, bermalam di pondok yang terbuat dari kayu dengan atap daun palem. Namun, bukan untuk berpetualang, melainkan untuk membuka ladang baru dengan menebang pohon-pohon besar dan kemudian membakarnya. Dengan demikian, sebenarnya jiwa petualang itu juga ada dalam diri penulis. Mengubah hutan menjadi ladang atau kebun baru memang merupakan pekerjaan penuh tantangan, tetapi juga sangat mengasyikkan.
Barangkali saudara pun ingin berpetualang. Saudara tidak perlu mendaki gunung; cukup ambillah keputusan untuk belajar mengenal Allah. Sebab belajar mengenal Allah adalah petualangan hidup yang abadi.
Belajar mengenal Allah tidak akan pernah selesai di bumi ini, tetapi akan terus berlanjut sampai kekekalan. Tahukah saudara mengapa kita diberi hidup yang abadi? Karena itulah yang kita perlukan untuk mengenal Allah. Semakin kita mengenal-Nya, setiap hari kita akan menemukan sesuatu yang baru dalam hidup ini.
Belajar mengenal Allah adalah petualangan abadi, sebab Allah selalu membuka diri kepada kita. Ia bahkan memberikan hak istimewa kepada kita untuk memperoleh pengenalan akan diri-Nya. Maka, jika kita tidak mengenal Allah, itu adalah kesalahan kita sendiri, sebab Dia telah menyediakan diri-Nya untuk dikenal.
Belajar mengenal Allah adalah petualangan hidup yang sejati, karena di dalamnya kita mengalami proses kedekatan yang semakin dalam dengan-Nya. Sebuah hubungan yang membuat kita semakin rindu mengenal Allah lebih lagi. MT
Hidup beriman adalah petualangan terindah.





