Jumat 10 Oktober 2025
TUHAN BERKUASA MENENTUKAN SEGALA SESUATU
Bacaan Sabda : Yunus 4:7-11
“Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang yang semuanya tidak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?” (Yunus 4:11)
Roma 5:10: “Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya.”
Allah menyelamatkan orang berdosa semata-mata karena kasih dan anugerah-Nya—justru pada saat manusia masih menjadi seteru-Nya. Artinya, Allah sendirilah yang berinisiatif untuk menyelamatkan orang berdosa.
Mengutus Yunus ke Niniwe adalah bagian dari inisiatif Allah untuk menyelamatkan penduduk Niniwe. Menumbuhkan pohon jarak untuk menaungi Yunus yang sedang marah juga merupakan inisiatif Allah untuk menghiburnya. Namun, menyuruh seekor ulat menggerek pohon itu dan meniupkan angin timur yang membuatnya layu juga adalah inisiatif Allah untuk mendidik Nabi Yunus. Dengan demikian, Allah berinisiatif mengungkapkan kehendak-Nya kepada Yunus melalui berbagai cara.
Kasih Allah kepada penduduk Niniwe adalah kasih Pencipta kepada ciptaan-Nya. Sedangkan kasih Allah kepada Yunus dan bangsa Israel adalah kasih Allah kepada umat pilihan-Nya. Kasih Allah jauh melampaui kasih manusia. Karena kasih-Nya sempurna, Ia berhak menentukan tindakan apa pun untuk menyelamatkan manusia. Ia juga berhak mengambil tindakan untuk mendidik umat-Nya.
Firman Tuhan berkata: “Atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu sehingga layu.” (Yunus 4:7)
Setiap ketetapan Allah tidak pernah berdiri sendiri, karena selalu ada tujuan yang baik di baliknya.
Sayangnya, reaksi Nabi Yunus sangat tidak tepat. Ia memilih marah daripada berpikir logis. Ia memilih bertindak emosional daripada rasional.
“Lalu Allah berfirman: Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih lelah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Bagaimana tidak Aku sayang kepada Niniwe…” (Yunus 4:10–11)
Dengan penuh kesabaran, Allah menasihati Yunus agar ia akhirnya menyadari bahwa segala ketetapan Tuhan selalu bertujuan baik—supaya ia semakin mengenal Allah dengan benar. MT
Allah berinisiatif menyelamatkan dan mendidik, kasih-Nya sempurna, melampaui kasih manusia, setiap ketetapan-Nya selalu bertujuan baik bagi manusia.





