Selasa 09 September 2025
MENANG MENGHADAPI COBAAN
Bacaan Sabda : Yakobus 1:1-11
“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,” (Yakobus 1:2)
Jika kita hidup hanya untuk masa kini dan tidak mengarahkan hidup kepada masa depan, maka pencobaan akan menghasilkan kepahitan bagi diri kita. Namun, jika kita mengarahkan hidup kepada masa depan, maka pencobaan justru akan menghasilkan kebahagiaan.
Jika kita lebih menghargai materi dan perkara-perkara jasmani daripada perkara-perkara rohani, maka pencobaan akan kita anggap sebagai penderitaan. Tetapi jika kita lebih menghargai perkara-perkara rohani daripada hal-hal yang bersifat materi, maka kita akan menganggap pencobaan sebagai kebahagiaan.
Tidak seorang pun dari kita luput dari pencobaan. Beberapa pencobaan terjadi semata-mata karena kita adalah manusia, seperti sakit, kecelakaan, kekecewaan, kegagalan, dan lain-lain. Namun, ada pula pencobaan yang kita alami karena kita adalah orang Kristen. Ketika kita mengikut Kristus, iblis dan dunia menentang kita, sehingga hidup kita mau tidak mau menjadi medan pertempuran.
Yakobus menulis kepada orang Kristen Yahudi. Mereka menghadapi pencobaan berupa penganiayaan dari pihak Yahudi karena iman mereka kepada Kristus. Di sisi lain, mereka juga cenderung dihindari oleh orang Kristen non-Yahudi karena latar belakang mereka sebagai orang Yahudi. Namun, berkat hikmat Yakobus, mereka tetap melangkah maju menghadapi berbagai pencobaan itu.
Pencobaan pertama yang mereka hadapi adalah pencobaan dari luar. Pencobaan semacam ini adalah cara Tuhan mendewasakan kita, menanamkan kesabaran yang panjang, dan membentuk karakter yang indah. Hal-hal ini tidak dapat diperoleh hanya dengan membaca Alkitab atau mendengarkan khotbah. Nilai-nilai kekristenan seperti kesabaran dan karakter yang mulia hanya dapat dimiliki ketika kita melewati kesulitan hidup dengan setia, tetap percaya, dan taat kepada Allah.
Allah membentuk Musa selama 80 tahun melalui berulang-ulang pencobaan, sebelum ia melayani selama 40 tahun. Tuhan Yesus juga memerlukan waktu tiga tahun untuk melatih murid-murid-Nya secara langsung agar watak mereka siap untuk pelayanan. Namun, Allah tidak akan bekerja melalui pencobaan tanpa persetujuan kita. Kehendak kita harus diserahkan di bawah kehendak Allah.
Ketika pencobaan datang untuk membentuk watak kita, kita tidak perlu berdebat dengan kehendak Allah. Lebih baik kita menerimanya dengan hati yang rela dan mentaatinya dengan sukacita. MT
Jangan membiarkan hidupmu ditarik masa lalu, dikuasai masa kini tetapi ditarik ke masa depan dan tertuju ke masa depan.





