Pesan Mingguan Temporary

PESAN MINGGU INI 23 JANUARI 2022

MEMPERBAIKI MEZBAH

Matius 5:23-24 “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”

Matius pasal yang ke 5 ini adalah merupakan bagian dari pengajaran Yesus untuk menjelaskan bahwa hukum taurat itu sudah sangat baik tetapi bukan hanya untuk diketahui saja melainkan haruslah diterapkan dalam hidup sehari-hari. Penerapannya juga tidak cukup berdasarkan pemahaman harafiah melainkan pemahaman yang lebih jelas dan detail. Seperti halnya bila membunuh harus dihukum, haruslah dipahami bahwa marah saja perlu dihukum. Kemudian larangan berzinah perlu dipahami mengingini atau birahi karena melihat kecantikan seorang perempuan saja jangan, karena sudah terkategorikan sebagai perzinahan. Jadi dalam ajaran Yesus ada penjelasan yang lebih detail sehingga mengangkat lebih tinggi nilai-nilai moral sebagai standar moral dalam membangun kehidupan. 

Salah satu ajaran yang penting juga adalah mengenai memberi persembahan, tetapi mengingat sesuatu kesalahan terhadap orang lain. Sebaiknya tinggalkan persembahan di depan mezbah dan berdamai dulu dengan saudara yang kepadanya kita berbuat kesalahan. Mezbah di sini tentu hanyalah sebagai lambang dan sarana dalam membangun hubungan dengan Allah. Jadi memperbaiki mezbah dapat diartikan adalah membangun hubungan dengan Allah. Sangat jelas bahwa membangun hubungan dengan Allah, berbicara mengenai kehidupan ibadah dan doa sebagai kegiatan yang nyata kita lakukan setiap hari. Melalui pengajaran Yesus dalam membangun hubungan dengan Dia perlu juga membangun hubungan dengan diri sendiri dan sesama. Jadi tinggalkan dulu mezbah sebelum beres dengan diri sendiri dan hubungan dengan sesama.

Kita tahu bahwa ibadah sejati adalah mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang kudus dan hiudp setia berkenan kepada Allah (Roma 12:1). Rasul Paulus menyatakan siapapun yang memilih komitmen membangun hubungan dengan Allah melalui kehidupan ibadah dan membangun kehidupannya agar betul-betul beres dengan dirinya sendiri. Kemudian Yesus mengajarkan siapa pun yang membangun hubungan dengan Allah melalui mezbah doa, haruslah lebih dulu membangun hubungan atau mempunyai hubungan yang baik dan benar dengan sesama manusia. Dengan kata lain haruslah tetap memperjuangkan diri menjadi sesama buat orang lain. Jadi memperbaiki mezbah tak terpisahkan dengan memperbaiki kehidupan diri sendiri, dengan kata lain membangun mezbah bukanlah mengenai membangun mezbah saja tetapi juga membangun kehidupan. (MT)
Minggu 23 Januari 2022