Pesan Mingguan Temporary

PESAN MINGGU INI 08 FEBRUARI 2026

SETIA SAMPAI TUAIAN TERAKHIR

“Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:8-9)

Ada dua hal yang saling bertentangan dan membingungkan jemaat Galatia, yaitu masalah Taurat dan anugerah, serta menabur dalam daging dan menabur dalam Roh :

  1. Masalah Taurat dan anugerah. Munculnya pengajaran dan ajaran baru merupakan pemberitaan dari pengajar yang menyimpang, yang mengajarkan bahwa keselamatan bukan oleh anugerah saja, tetapi juga dengan menaati ritual-ritual hukum Taurat, khususnya sunat. Jemaat yang sudah diselamatkan karena telah percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sebagian terseret oleh ajaran tersebut, tetapi lebih banyak yang bertahan dan tetap setia kepada kasih karunia Allah. Hal ini tidak boleh disepelekan, sehingga rasul Paulus segera menulis surat untuk meneguhkan iman jemaat Galatia. Dalam suratnya, Paulus memberi arahan agar jemaat tetap setia sebagai pengikut Kristus dan bersikap selektif dalam menerima ajaran yang baru. Bila ajaran tersebut bertentangan, maka harus segera ditolak dengan berpegang kepada anugerah Allah. Kita diselamatkan oleh anugerah Allah, bukan karena hukum Taurat.
  2. Soal menabur dalam daging dan menabur dalam Roh. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa mereka yang menabur dalam daging ditujukan kepada pengajar-pengajar yang menyimpang, karena motivasi mereka adalah mencari keuntungan materi dan ketenaran, walaupun harus mengorbankan kebenaran. Dampak dari kehadiran mereka adalah banyak jemaat yang berhenti terlibat dalam menabur kebaikan dan mendukung pemberitaan Injil. Mereka yang berhenti terlibat dalam mendukung pelayanan gereja ini juga dikategorikan sebagai menabur dalam daging. Mereka akan menuai kebinasaan dari keinginan dagingnya. Sebaliknya, mereka yang menabur dalam Roh adalah jemaat yang tetap setia hidup dalam kasih karunia Allah. Walaupun mereka ditawari ajaran yang menyimpang, mereka tetap setia mengikut Yesus dan terus terlibat dalam mendukung pemberitaan Injil serta pelayanan gereja. Mereka siap dilupakan dan ditolak, asalkan tetap hidup dalam kebenaran, dan tidak pernah berhenti menabur dalam Roh. Mereka melihat banyak hal buruk yang dilakukan oleh pemberita yang menabur dalam daging, tetapi mereka tidak menjadi lemah. Jika terus menabur dalam Roh, maka pada waktunya mereka akan menuai hidup yang kekal dari Roh. MT

Minggu 08 Februari 2026


PESAN MINGGU INI 01 FEBRUARI 2026

DIGERAKKAN OLEH AMANAT AGUNG

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20)

Amanat Agung bukanlah istilah yang secara langsung tertulis di dalam Alkitab. Istilah ini digunakan untuk memberi makna yang sangat berharga, penting, dan utama terhadap perintah Yesus kepada semua orang percaya—yang mula-mula dilaksanakan oleh para murid dan rasul—untuk memberitakan Injil, mengajak semua orang percaya kepada Yesus, dan memperoleh keselamatan yang kekal.

Dalam Amanat Agung terdapat tiga poin utama yang tidak dapat dipisahkan karena merupakan satu kesatuan yang utuh :

  1. Amanat Agung yang pertama adalah perintah untuk pergi dan memberitakan Injil, atau menjadikan semua bangsa murid Kristus. Perintah ini tidak hanya ditujukan kepada para murid atau rasul, tetapi kepada semua orang percaya. Inilah tanggung jawab dan sasaran penting bagi setiap orang yang telah menerima keselamatan di dalam Kristus. Injil keselamatan diberitakan kepada semua bangsa dan semua orang di muka bumi tanpa terkecuali, karena Yesus mengasihi semua orang. Amanat Agung inilah yang menjadi alasan gereja diutus ke dunia dan ditempatkan Allah di tengah-tengah masyarakat.
  2. Amanat Agung yang kedua adalah membaptis orang-orang yang percaya dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Pemberitaan Injil membawa orang berdosa kepada pertobatan dan pengakuan iman bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Iman tersebut dinyatakan secara nyata melalui baptisan sebagai deklarasi iman dan ketaatan. Karena itu, memberitakan Injil dan membaptis orang percaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Amanat Agung.
  3. Amanat Agung yang ketiga adalah mengajar orang percaya untuk hidup mentaati segala perintah Yesus. Roh Kudus menuntun orang percaya untuk hidup dalam persekutuan gereja lokal sebagai komunitas iman.

Di dalam gereja lokal inilah ketiga aspek Amanat Agung dapat dilaksanakan dengan baik. Kesadaran akan Amanat Agung menegaskan bahwa tugas ini adalah panggilan gereja. Selama gereja digerakkan oleh Amanat Agung, gereja akan terus bertumbuh, melayani, dan berkarya bagi kemuliaan Tuhan. MT

Minggu 01 Februari 2026


PESAN MINGGU INI 25 JANUARI 2026

KARAKTER YANG BERBUAH JIWA-JIWA

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)

Gereja hadir di tengah masyarakat tidak dapat dilepaskan dari tugas penjangkauan jiwa-jiwa untuk dibawa kepada Kristus. Dalam hal ini, gereja harus melakukan fungsinya sebagai saksi Kristus. Menjadi saksi Kristus melalui perkataan, perbuatan, dan kelakuan.

Bersaksi melalui perkataan atau pemberitaan biasa kita pahami dengan memberitakan Injil sebagai ketaatan kepada Amanat Agung Kristus. Khususnya dalam pemberitaan ini, disusul dengan janji penyertaan Kristus (Matius 28:19–20). Markus menulis dalam pasal 16:17 bahwa pemberita Injil disertai dengan tanda-tanda ajaib seperti yang dilakukan Yesus. Bersaksi melalui perkataan yang dimaksud adalah memperkatakan firman Tuhan dan karya Yesus yang menyelamatkan, kemudian mengajak pendengar percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa yang diperkatakan adalah kabar baik, sehingga perkataan haruslah terjaga agar tetap benar, baik, serta menyenangkan

Selanjutnya adalahbersaksi melalui perbuatan. Bersaksi melalui perbuatan adalah memberi bantuan sebagai bagian dari perbuatan baik kepada orang-orang yang membutuhkan. Bersaksi melalui perbuatan pernah menjadi tren gereja yang biasa disebut sosial gospel.

Kemudian, satu hal lagi yang perlu mendapat perhatian bagi gereja akhir zaman adalah bersaksi melalui kelakuan yang baik dan benar. Ketika Yesus mengajar, salah satu ajaran yang sangat penting kepada murid-murid-Nya adalah tentang garam dan terang dunia. Saat Yesus menyatakan, “Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang,” Ia berbicara bukan hanya tentang perbuatan baik, tetapi juga karakter yang baik dan benar.

Dalam menjangkau jiwa, para saksi Kristus hendaklah lebih dulu berjuang membentuk diri menjadi sosok yang berkarakter baik dan benar. Kelemahan gereja akhir zaman adalah semakin langkanya para pemberita firman yang berkarakter baik dan benar, walaupun semakin bermunculan mereka yang hebat dan berkarisma. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan saksi Kristus yang berkarakter baik dan benar karena hal ini sangat berpotensi menjangkau jiwa bagi Kristus. MT
Minggu 25 Januari 2026


PESAN MINGGU INI 18 JANUARI 2026

HIDUP EFEKTIF MEMBAWA JIWA

“Ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.” (Yakobus 5:20)

Istilah membawa jiwa kepada Kristus sering mendapat kritik, karena kita tidak mungkin membawa jiwa seseorang kepada Kristus; hanya diri orang itulah yang dapat melakukannya. Yakobus ternyata cukup tepat memberi jawaban bahwa membawa jiwa adalah membawa orang berdosa kepada Kristus untuk memperoleh keselamatan. Bila disederhanakan lagi, hal ini adalah bersaksi memberitakan Injil secara bertema kepada orang lain; dengan kata lain, memberitakan Injil sampai berhasil. Berhasil dalam pengertian sampai penerima Injil itu percaya kepada Yesus. Tugas kita adalah memberitakan Injil, dan yang membuat orang percaya adalah karya Roh Kudus.

Ada dua hal yang sangat penting dalam hal membawa jiwa kepada Kristus, yaitu pemberitaan  dan pemberita. Pemberitaan  merupakan  berita yang  dibagikan  kepada  orang  berdosa  atau jiwa yang akan diselamatkan. Berita yang harus dibagikan adalah Injil atau kabar baik, yang boleh juga disebut sebagai berita sukacita. Injil harus diberitakan sebagai kebenaran sejati, yaitu jalan keselamatan satu-satunya, Yesus Kristus. Pendosa penerima anugerah keselamatan itu dibawa kepada Yesus, bukan kepada pemberita.

Kemudian, hal yang sangat penting adalah pemberitanya. Hidup pemberitalah yang pertama kali dilihat oleh jiwa yang mau dibawa kepada Yesus Kristus. Oleh karena itu, hidup pemberita haruslah hidup dalam kebenaran, sesuai dengan pemberitaannya. Tidak cukup hanya hidup baik dan benar saja, tetapi juga harus hidup dekat atau berhubungan intim dengan Yesus melalui kehidupan doa yang tekun. Bila pemberitaan sudah benar dan pemberitanya juga hidup benar, hal itu akan menjadi efektif dalam membawa jiwa kepada Kristus.

Namun, sangat perlu dipahami bahwa dalam hal membawa jiwa kepada Kristus tidak lepas dari karya Roh Kudus. Tujuan utama dari bersaksi adalah keselamatan jiwa. Jadi, pastikanlah terlebih dahulu bahwa jiwamu sudah selamat sebelum membawa jiwa kepada Kristus untuk memperoleh keselamatan.(MT)
Minggu 18 Januari 2026


PESAN MINGGU INI 11 JANUARI 2026

MENJAGA PERKATAAN DAN PERBUATAN

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kolose 3:17)

Ada hal-hal yang berhubungan dengan perkataan dan perbuatan yang tidak dijelaskan secara tegas apakah salah atau benar untuk dikatakan dan dilakukan. Dalam hal ini, ada kesempatan bagi orang percaya untuk mengalami tuntunan Roh Kudus, karena Dialah Penuntun itu. Namun, rasul Paulus tetap memberi arahan agar semua orang percaya semakin belajar untuk menentukan sesuatu yang sifatnya abu-abu—apakah benar atau salah untuk dilakukan.

Arahan praktis rasul Paulus bukanlah hal yang mudah, tetapi sangat penting, dengan syarat harus didasari oleh ketulusan hati. Rasul Paulus menyatakan, “Segala sesuatu yang kamu lakukan dan katakan, lakukanlah semua dalam nama Tuhan Yesus sambil mengucap syukur.” Sesungguhnya, ada nilai-nilai hidup yang tidak secara tegas dinyatakan boleh atau tidak boleh dilakukan, dan untuk menentukan apakah benar atau tidak benar untuk dilakukan. Dalam hal ini, hendaklah semuanya dilakukan dalam nama Tuhan Yesus.

Hal ini berarti bahwa sebelum mengatakan dan melakukan sesuatu, hendaklah lebih dulu mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut :

  • Pertanyaan pertama: “Layakkah atau benarkah perbuatan ini dilakukan dalam nama Tuhan Yesus?” Dalam hal ini, bila dilakukan, cukup memadaikah untuk memuliakan Allah? Bila memadai, boleh dilakukan; bila tidak, janganlah dilakukan.
  • Pertanyaan kedua: “Dapatkah suatu kegiatan itu dilakukan dalam nama Tuhan Yesus?” Jadi, bila suatu kegiatan seperti syukuran ulang tahun dapat memuliakan Allah, boleh saja dilaksanakan, tentu kemasan acaranya dengan baik dan benar, serta tidak bertentangan dengan firman Tuhan.
  • Pertanyaan ketiga: “Apakah yang dilakukan sesuai dengan nilai-nilai Kekristenan?” Bila ternyata sesuai, lakukan saja; dan bila bertentangan, jangan dilakukan.
  • Pertanyaan keempat: “Apakah hal itu melemahkan atau menguatkan kehidupan iman?” Artinya, bila kegiatan dan perbuatan tersebut membangun kehidupan iman, lakukan saja; bila merusak, jangan dilakukan.

Jadi, bila ada suatu perbuatan yang tidak secara tegas dilarang atau diperintahkan dalam Alkitab, jangan kita segera berbuat atau langsung merasa berdosa untuk melakukannya. Tetapi bila layak dilakukan dalam nama Yesus untuk kemuliaan Allah, lakukanlah. Sebab bila Alkitab diam, kita perlu berhikmat; tetapi bila dengan tegas melarang atau memerintahkan, taatilah. MT
Minggu 11 Januari 2026


PESAN MINGGU INI 04 JANUARI 2026

ALLAH HADIR UNTUK MENYELAMATKAN KELUARGA

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:” (Matius 1:21-23)

Lembaga pertama yang dibangun Allah bukanlah lembaga gereja ataupun lembaga negara, melainkan lembaga keluarga. Sebagai lembaga pertama dan terkecil, keluarga sangat penting bagi Allah, sehingga harus juga menjadi hal yang penting bagi umat-Nya. Berhubungan dengan hal itu, lembaga pertama yang terdampak akibat dosa pun adalah keluarga.

Adam dan Hawa menerima hukuman akibat dosa, yaitu maut atau keterpisahan dari Allah. Hukuman ini berlaku bagi seluruh manusia sepanjang zaman. Ada pula hukuman langsung yang harus diterima Adam dan Hawa, yaitu harus bersusah payah dan menderita dalam mencari nafkah. Keluarga Adam dan Hawa harus dibangun dengan perjuangan keras serta kesanggupan menghadapi berbagai pencobaan yang datang tanpa harus dicari.

Setelah anggota keluarga bertambah dengan kelahiran Kain dan Habel, masalah kembali muncul. Ketika mereka bertumbuh besar, terjadilah pertikaian akibat iri hati yang tidak terselesaikan, sehingga terjadi pembunuhan. Namun demikian, Allah tetap berinisiatif untuk melanjutkan kelangsungan keluarga. Kematian Habel, sebagai bukti nyata adanya kematian, direspons Allah dengan menghukum Kain dan memberikan Set sebagai pengganti Habel.

Walaupun manusia telah jatuh dalam dosa, Allah tetap memakai keluarga untuk melanjutkan kehidupan manusia. Injil Matius menyatakan bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa, dan keselamatan itu berlaku serta terbuka bagi semua orang. Yesus hadir dengan nama Imanuel, karena di dalam diri-Nya Allah menyertai manusia. Janji Yesus sebelum Ia naik ke surga adalah, “Aku menyertai kamu sampai kepada kesudahan zaman.” Dalam hal ini, Allah di dalam Yesus Kristus selalu menyertai orang percaya.

Ia hadir untuk menyertai umat-Nya, dan Ia hadir melalui sebuah keluarga, yaitu Yusuf dan Maria. Hal ini menjelaskan dengan sangat jelas bahwa Ia datang untuk menyelamatkan keluarga dan menyertai semua keluarga orang percaya. Karena itu, setiap orang percaya hendaklah menaruh iman kepada-Nya dan membuka hati untuk hidup selalu dalam penyertaan Allah. Semua keluarga umat Tuhan hendaklah senantiasa menyambut kehadiran-Nya, sebab Ia datang untuk menyelamatkan dan menyertai keluarga. MT
Minggu 04 Januari 2026