Sabtu 31 Oktober 2026
BERKORBAN DENGAN APA YANG DIMILIKI
Sabda Renungan : “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” (2 Korintus 9:7)
Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita berikan, tetapi juga melihat hati ketika kita memberi.
Setiap orang memiliki kemampuan dan keadaan yang berbeda. Ada yang memiliki lebih banyak sumber daya, ada yang lebih terbatas. Karena itu, kita tidak dipanggil untuk membandingkan pemberian kita dengan orang lain. Yang Tuhan kehendaki adalah kerelaan hati.
Pengorbanan materi dapat menjadi bagian dari kasih ketika digunakan untuk tujuan yang benar: mendukung pelayanan, membantu mereka yang membutuhkan, dan mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan.
Namun memberi bukan hanya tentang uang. Kita juga dapat memberikan apa yang kita miliki: makanan, perlengkapan, kemampuan, keahlian, kesempatan, atau sumber daya yang Tuhan percayakan kepada kita. Yang penting adalah sikap hati.
Jangan memberi karena ingin dipuji. Jangan memberi karena tekanan. Berilah dengan sukacita dan sesuai dengan kemampuan serta tanggung jawab kita. Ketika kita memberi, sebenarnya kita sedang mengakui bahwa segala sesuatu yang kita miliki berasal dari Tuhan.
Kasih yang berkorban membuat kita belajar membuka tangan. Kita tidak menggenggam semua yang kita punya hanya untuk kepentingan diri sendiri.
Bayangkan jika setiap jemaat menggunakan apa yang dimilikinya untuk menjadi berkat. Ada yang memberi waktu. Ada yang memberi tenaga. Ada yang memberi kemampuan. Ada yang memberi materi. Semuanya menjadi bagian dari pekerjaan Tuhan.
Kesimpulan : Kasih yang berkorban adalah kasih yang rela berbagi apa yang Tuhan percayakan. Mari memberi dengan sukacita, sesuai kemampuan dan konteks masing-masing, sehingga kehidupan kita menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Doa : “Tuhan, terima kasih untuk semua yang telah Engkau percayakan kepadaku. Ajarlah aku menjadi orang yang murah hati dan rela berbagi. Gunakan waktu, tenaga, kemampuan, dan apa yang kumiliki untuk kemuliaan-Mu. Amin.”




