Jumat 30 Oktober 2026
BERKORBAN DENGAN WAKTU DAN TENAGA
Sabda Renungan : “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Roma 12:1)
Roma 12:1 mengingatkan kita bahwa kehidupan kita sendiri adalah persembahan bagi Tuhan.
Persembahan bukan hanya sesuatu yang kita masukkan ke dalam kantong persembahan. Seluruh hidup kita dapat menjadi persembahan ketika digunakan untuk kemuliaan Tuhan. Salah satu bentuk pengorbanan yang paling nyata adalah waktu dan tenaga.
Setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama dalam sehari. Yang berbeda adalah bagaimana kita menggunakannya. Kita dapat menggunakan waktu hanya untuk kepentingan pribadi, atau menyediakan sebagian untuk melayani Tuhan dan sesama.
Melayani membutuhkan waktu. Mengunjungi seseorang membutuhkan waktu. Mendoakan orang lain membutuhkan waktu. Mengajar, membantu, menyambut jemaat, mendampingi anak-anak, atau terlibat dalam pelayanan juga membutuhkan tenaga.
Terkadang kita berpikir, “Saya terlalu sibuk.” Namun kasih mendorong kita untuk mencari ruang bagi pelayanan.
Bukan berarti kita harus mengorbankan seluruh waktu istirahat atau mengabaikan tanggung jawab. Tuhan juga memberikan kita kebutuhan untuk beristirahat dan menjaga keseimbangan hidup. Tetapi kita perlu bertanya dengan jujur: Apakah masih ada waktu dan tenaga yang dapat saya persembahkan kepada Tuhan?
Mungkin hanya satu jam dalam seminggu. Mungkin sebuah pelayanan sederhana. Mungkin membantu seseorang yang membutuhkan.
Jangan meremehkan pengorbanan kecil yang dilakukan dengan hati yang tulus.
Kesimpulan : Kasih kepada Tuhan dapat terlihat dari bagaimana kita mempersembahkan waktu dan tenaga. Mari menggunakan apa yang Tuhan percayakan untuk melayani, menolong, dan menjadi berkat.
Doa : “Tuhan, semua yang kumiliki berasal dari-Mu. Ajarlah aku menggunakan waktu dan tenagaku dengan bijaksana untuk melayani-Mu dan menjadi berkat bagi orang lain. Amin.”




