Senin 26 Oktober 2026
KASIH YANG RELA MEMBERIKAN DIRI
Sabda Renungan : “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan” (Filipi 2:5–7)
Kasih sejati tidak hanya berbicara tentang apa yang kita rasakan, tetapi tentang apa yang bersedia kita berikan. Dalam Filipi 2, Paulus menggambarkan kerendahan hati Kristus yang rela meninggalkan kemuliaan-Nya dan mengambil rupa seorang hamba.
Yesus memiliki segala kemuliaan, tetapi Ia rela merendahkan diri demi manusia. Ia datang ke dunia bukan untuk mencari keuntungan bagi diri-Nya sendiri, melainkan untuk menyelamatkan manusia. Inilah dasar dari kasih yang berkorban.
Sering kali kita mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan dan sesama. Namun kasih akan diuji ketika kita harus memberikan sesuatu yang berharga bagi kita. Apakah kita tetap mau mengasihi ketika harus memberikan waktu? Apakah kita bersedia membantu ketika sedang lelah? Apakah kita mau melayani ketika tidak mendapatkan penghargaan?
Kasih yang sejati tidak selalu bertanya, “Apa yang akan saya dapatkan?” Kasih bertanya, “Apa yang dapat saya berikan?”
Pengorbanan tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar. Terkadang pengorbanan terlihat dalam hal sederhana:
- menunda kepentingan pribadi untuk menolong seseorang,
- memberikan perhatian kepada orang yang membutuhkan,
- atau menyediakan waktu untuk melayani.
Ketika kita berkorban dengan kasih, kita sedang mengikuti teladan Kristus.
Namun pengorbanan bukan berarti mengabaikan tanggung jawab terhadap diri sendiri atau melakukan sesuatu yang tidak sehat. Pengorbanan Kristen dilakukan dengan hikmat, kerelaan, dan kasih.
Hari ini, mari melihat kembali kehidupan kita. Apa yang Tuhan minta kita berikan demi menjadi berkat bagi orang lain?
Kesimpulan : Kasih selalu memiliki kerelaan untuk memberikan diri. Kita belajar dari Kristus bahwa kasih bukan hanya menerima, tetapi juga rela memberi demi kebaikan orang lain.
Doa : “Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih-Mu yang rela memberikan diri bagi kami. Ajarlah aku memiliki hati yang rendah hati dan rela berkorban untuk menjadi berkat bagi orang lain. Amin.”




