Rabu 15 Juli 2026
KASIH YANG RELA BERKORBAN
Sabda Renungan : “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”(Yohanes 15:13)
Kasih sejati selalu melibatkan pengorbanan. Kasih bukan hanya sekadar perasaan atau kata-kata yang indah, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata. Yesus Kristus telah memberikan teladan kasih yang paling sempurna ketika Ia rela menyerahkan hidup-Nya di kayu salib demi keselamatan umat manusia. Pengorbanan-Nya menunjukkan betapa besar kasih Allah kepada dunia. Kasih-Nya tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri, melainkan memberikan hidup dan pengharapan bagi banyak orang.
Seorang penuai yang digerakkan oleh kasih semula akan memahami bahwa pelayanan juga membutuhkan pengorbanan. Ada waktu yang harus disediakan untuk melayani, tenaga yang harus dicurahkan, dan terkadang kenyamanan pribadi yang harus dilepaskan demi memenuhi panggilan Tuhan. Tidak jarang pelayanan menuntut kesabaran, ketekunan, bahkan kerelaan untuk tetap berjalan meskipun menghadapi berbagai tantangan. Namun ketika semua itu dilakukan karena kasih kepada Tuhan, pengorbanan tidak terasa sebagai beban, melainkan sebagai bentuk penyembahan yang menyenangkan hati-Nya.
Kasih yang sejati juga membuat seseorang tetap setia melayani meskipun tidak selalu dihargai atau diperhatikan oleh orang lain. Ia tidak melayani untuk mendapatkan pujian, penghormatan, atau balasan dari manusia. Fokusnya adalah melakukan kehendak Tuhan dan menjadi alat bagi kemuliaan-Nya. Ia percaya bahwa Tuhan melihat setiap jerih lelah yang dilakukan dengan tulus dan tidak ada satu pun pengorbanan yang sia-sia di hadapan-Nya.
Hari ini, marilah kita belajar mengasihi seperti Kristus mengasihi. Biarlah kasih Tuhan memenuhi hati kita sehingga kita rela berkorban, melayani dengan sukacita, dan menjadi berkat bagi sesama. Melalui kasih yang nyata, banyak orang dapat merasakan kebaikan dan kehadiran Tuhan dalam hidup mereka.
Kasih sejati melahirkan pengorbanan yang tulus demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang.




