Rabu 20 Mei 2026
KARUNIA ROH UNTUK MEMBANGUN
Sabda Renungan : “Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: ‘TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!” (1 Raj. 18:39)
Karunia-karunia berasal dari kata charismata, yang mengandung pengertian pemberian kesanggupan untuk menyelenggarakan pelayanan. Kesanggupan ini diberikan oleh Tuhan Yesus untuk memperlengkapi gereja-Nya.
Dalam 1 Korintus 12, rasul Paulus tidak bermaksud memberikan daftar karunia yang lengkap, melainkan hanya mencantumkan beberapa dari sekian banyak karunia yang Allah sediakan bagi gereja-Nya.
Menariknya, dari daftar tersebut terdapat tiga karunia yang berkaitan dengan perkataan atau bahasa, yaitu:
- Karunia berkata-kata dengan hikmat,
- Karunia berkata-kata dengan pengetahuan, dan
- Karunia berkata-kata dalam bahasa Roh.
Semua karunia ini merupakan manifestasi karya Roh Kudus yang terus berkembang untuk menyatakan kehadiran, kuasa, kasih, dan kebenaran Tuhan Yesus Kristus.
Bahasa hikmat dan bahasa pengetahuan memiliki kosakata yang jelas. Rasul Paulus mengatakan bahwa dalam pertemuan jemaat, ia lebih memilih menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti, sehingga jemaat dapat dibangun. Hal ini karena bahasa hikmat dan pengetahuan, meskipun terbatas, tetap jelas maknanya.
Sebaliknya, bahasa Roh memiliki kosakata yang tidak terbatas. Oleh karena itu, dalam rangka membangun jemaat, karunia berbahasa Roh perlu disertai dengan karunia penafsiran, agar dapat dimengerti oleh komunitas.
Tujuan bahasa Roh adalah untuk membangun jemaat, baik secara pribadi maupun secara bersama-sama. Dalam sejarah gereja, bahasa Roh juga sering menjadi salah satu karunia yang mendukung pemberitaan Injil.
Perlu dicatat bahwa hampir semua karunia dipraktikkan oleh Yesus, kecuali bahasa Roh. Namun, hal ini bukan berarti karunia bahasa Roh tidak penting. Jika Tuhan mengaruniakannya, maka karunia itu tetap memiliki makna penting bagi gereja-Nya.
sesungguhnya, bahasa Roh adalah bentuk berkata-kata kepada Allah: “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa Roh tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia” (1 Korintus 14:2).
Karena itu, terimalah setiap karunia dengan bijaksana dan hiduplah untuk membangun tubuh Kristus. MT
Karunia Roh diberikan untuk membangun; gunakan dengan bijaksana, termasuk bahasa Roh, sebagai sarana pertumbuhan iman pribadi dan komunitas gereja.





