Rabu 29 April 2026
SETIA MENANTIKAN DI TENGAH BADAI
Sabda Renungan : “Tetapi orang-orang yang menantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31)
Nabi Yesaya bernubuat dengan menyentuh sejarah umat Israel. Ia mengungkapkan tentang pembuangan, kedatangan Yesus, hingga pengharapan akan kekekalan. Ketiga hal ini menunjukkan satu pola: adanya pergumulan dan “peperangan” sebelum mengalami kemenangan.
Walaupun bangsa Israel terbuang ke Babel dalam waktu yang lama, pada waktunya Allah memulihkan mereka. Sejarah berjalan sesuai dengan rencana Allah. Memang terasa lama, tetapi tidak ada satu pun waktu tanpa kehadiran Allah bagi umat-Nya. Mengalami tekanan dan kesulitan hidup adalah hal yang nyata, tetapi kita tetap dapat tenang, karena Allah tidak pernah tidur. Ia selalu menyertai umat-Nya. Karena itu, tetaplah tabah—badai pasti berlalu.
Satu generasi mungkin mengalami masa sulit di pembuangan Babel, tetapi masa itu pun berakhir. Generasi yang terjerumus dalam penyembahan berhala berakhir di Babel, sedangkan generasi yang kembali menjadi generasi yang membangun kembali reruntuhan Yerusalem.
Menjelang kedatangan Yesus pertama kali, keadaan umat juga berada dalam kegelapan. Tidak ada nabi yang bernubuat, tidak ada penglihatan—semuanya terasa sunyi. Tidak banyak yang berani menyatakan iman secara terbuka. Namun, orang-orang yang setia tetap ada, meskipun mereka hidup di tengah kegelapan dan penindasan.
Demikian pula menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali, umat Tuhan akan menghadapi berbagai kesulitan. Hal ini tidak dapat dihindari, tetapi harus disikapi dengan bijaksana dan tulus. Tuhan tetap memegang kendali. Tetaplah setia, sebab Ia pasti menyertai. Firman Tuhan berkata: “… maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama…” (Yesaya 40:5).
Umat Israel telah melihat kemuliaan Allah saat dibebaskan dari Babel. Kemuliaan itu dinyatakan lebih besar lagi ketika Yesus lahir, disalibkan, bangkit, dan naik ke surga. Namun, kemuliaan yang sempurna dan kekal akan kita lihat saat Yesus datang kembali.
Firman Tuhan sudah, sedang, dan akan terus digenapi. Karena itu, teruslah menantikan Tuhan dan setia berharap kepada-Nya. Hanya mereka yang berharap kepada Tuhan yang akan memperoleh kekuatan baru – kekuatan dari Allah yang memampukan umat-Nya untuk tetap setia. Tetaplah setia, karena badai pasti berlalu. MT
Kesulitan pasti terjadi, tetapi Allah setia menyertai dan memberi kekuatan bagi yang berharap kepada-Nya.





