Senin 20 April 2026
MENYATAKAN KEMULIAAN ALLAH DALAM HIDUP
Sabda Renungan : “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Keluaran 14:14)
Kemuliaan dapat diartikan sebagai sesuatu yang “ditambahkan” pada suatu dasar sehingga tampak lebih indah dan menarik. Misalnya, seorang gadis yang mengenakan jas menambahkan bros sebagai hiasan, sehingga terlihat lebih indah. Bros yang memancarkan keindahan itulah dapat menjadi simbol “kemuliaan”.
Israel, sebagai umat pilihan Allah, pada dasarnya adalah bangsa seperti bangsa-bangsa lain. Namun, apa yang Allah “tambahkan” kepada mereka membuat mereka berbeda—itulah kemuliaan Allah. Kemuliaan tersebut bukan berasal dari bangsa Israel, melainkan anugerah dari Allah. Status mereka sebagai bangsa pilihan merupakan wujud kemuliaan yang Allah berikan.
Orang Yahudi memiliki istilah untuk kemuliaan, yaitu Shekinah, yang berarti “tinggal” atau “berdiam bersama”. Artinya, kemuliaan Allah hadir di tengah manusia agar dapat disaksikan, bukan dimiliki. Sebab, Allah tidak pernah berbagi kemuliaan-Nya dengan manusia.
Yesaya 42:8 “Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain…”
Allah memang menyatakan kemuliaan-Nya melalui umat-Nya, tetapi tidak berarti Ia membagikannya kepada mereka. Karena itu, umat Tuhan tidak boleh mencari kemuliaan bagi diri sendiri. Sebaliknya, mereka harus rindu untuk menyatakan kemuliaan Allah. Umat-Nya perlu mengambil keputusan tegas untuk selalu menghormati dan memuliakan-Nya, bukan mempermalukan atau menghina-Nya.
Allah memilih untuk menyatakan kemuliaan-Nya melalui umat-Nya. Meskipun Ia berdaulat menyatakan kemuliaan-Nya secara langsung kepada semua manusia, Ia tetap memilih manusia sebagai alat-Nya. Sejak semula, Allah bekerja melalui manusia untuk menggenapi rencana-Nya: dalam penulisan firman-Nya, dalam karya keselamatan, bahkan ketika Ia sendiri menjadi manusia.
Dalam pembacaan firman hari ini, Allah menyatakan kemuliaan-Nya dengan cara berperang dan memberikan kemenangan bagi umat-Nya. Namun, umat harus tetap melangkah dengan iman, maju, dan menyeberang. Kemenangan yang mereka alami adalah penyataan kemuliaan Allah.
Kemuliaan Allah dinyatakan ketika umat berani melangkah dalam iman. Namun, sekalipun umat dipakai untuk menyatakannya, kemuliaan itu tetap sepenuhnya milik Allah. Karena itu, umat harus terus hidup untuk memuliakan Dia. MT
Kemuliaan Allah dinyatakan melalui umat-Nya; manusia hanya alat, karena itu hiduplah beriman untuk memuliakan Tuhan, bukan mencari kemuliaan diri sendiri.






