Jumat 17 April 2026
SURGA ITU NYATA
Sabda Renungan : “Sedang mereka berjalan terus dan bercakap-cakap, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi yang memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.” (2 Raja-raja 2:11)
Allah tidak menghendaki umat-Nya menganggap sorga hanya sebagai suatu keadaan atau sesuatu yang bersifat abstrak. Ketika Yesus mengajar murid-murid-Nya berdoa, “Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga”, hal itu mengandung pengertian bahwa sorga lebih nyata daripada bumi.
Dalam Ibrani 11:13 dijelaskan bahwa orang beriman adalah orang asing dan pendatang di bumi. Dengan demikian, sorga itu nyata, pasti, dan abadi, sedangkan bumi tidak tetap, mudah berubah, dan bersifat sementara. Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa sorga hanya bersifat rohani, sehingga dianggap sebagai tempat abadi bagi roh orang beriman yang telah meninggal. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Faktanya, ada umat beriman yang diangkat ke sorga tanpa mengalami kematian. Henokh, yang hidup bergaul dengan Allah, diangkat ke sorga tanpa mengalami kematian, dan Nabi Elia pun terangkat hidup-hidup ke sorga. Tuhan Yesus naik ke sorga dengan tubuh kebangkitan-Nya.
Dalam kenaikan ketiga tokoh ini, terdapat suatu peningkatan yang menunjukkan bahwa sorga itu nyata dan pasti bagi umat yang bukan sekadar beragama. Allah mempersiapkan sorga bagi mereka yang hidup bergaul dengan-Nya, setia menentang dosa demi kehormatan-Nya, dan menang atas maut. Henokh diangkat ke sorga tanpa disaksikan orang lain. Nabi Elia diangkat ke sorga dengan disaksikan oleh Nabi Elisa, murid yang telah dipersiapkan dan diurapi untuk menggantikannya. Tuhan Yesus naik ke sorga disaksikan oleh murid-murid-Nya.
Ada hal menarik dalam kisah kenaikan Nabi Elia ke sorga. Peristiwa ini telah diketahui oleh rombongan nabi yang berada di tiga tempat, yaitu Gilgal, Betel, dan Yerikho. Sebelum terangkat ke sorga, Elia mengunjungi pusat-pusat rombongan nabi tersebut, dan Elisa terus mengikutinya. Dalam hal ini, tindakan Elia dapat dipahami sebagai bentuk perpisahan sekaligus memperkenalkan Elisa sebagai penggantinya.
Sorga begitu nyata bagi orang percaya. Pengangkatan ajaib oleh kuasa Allah menjadi bukti dan penegasan kehendak-Nya bagi setiap orang percaya. Nabi Elia, yang dengan tegas melawan dosa dan tetap setia hingga akhir, terus menjaga kehormatan Allah dengan menentang penyembahan berhala. Pengangkatan Henokh dan Nabi Elia menunjuk kepada pengangkatan umat Allah yang setia pada saat kedatangan Kristus kembali. MT
Sorga adalah nyata dan pasti; Allah menyediakan bagi umat setia yang hidup bergaul dengan-Nya dan tetap setia sampai akhir.






