Sabtu 04 April 2026
YESUS MATI DAN DIKUBURKAN
Sabda Renungan : “Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: ”Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah, Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih” (Matius 27:54; 59)
Sangat beralasan bila banyak orang bertanya, “Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa Ia mati dan dikuburkan?” Memang sulit dipahami bahwa Tuhan bisa mati. Namun, faktanya kepala pasukan dan para prajurit Romawi justru mengakui Yesus sebagai Anak Allah pada saat kematian-Nya. Pengakuan itu muncul karena peristiwa-peristiwa luar biasa yang terjadi menjelang dan saat kematian-Nya :
- Kejadian pertama adalah kegelapan yang terjadi pada pukul dua belas siang hingga pukul tiga sore di seluruh daerah sekitar Bukit Golgota. Tepat pada pukul tiga sore, Yesus menyerahkan nyawa-Nya setelah berserah sepenuhnya kepada Allah Bapa.
- Kejadian kedua adalah terbelahnya tabir Bait Suci menjadi dua dari atas ke bawah. Selain itu, banyak orang kudus yang telah meninggal dibangkitkan. Peristiwa-peristiwa ini disaksikan oleh kepala pasukan dan para prajurit Romawi, dan mereka menyadari bahwa semua itu berkaitan dengan kematian Yesus.
Kematian Yesus bukanlah kematian manusia biasa, melainkan kematian Anak Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia berdosa dari hukuman dosa. Ia sungguh-sungguh mengalami penderitaan manusia, tetapi bukan sekadar mengalaminya—Ia mengalahkannya. Yesus mati untuk mengalahkan maut sebagai bagian dari rencana keselamatan Allah.
Fakta kematian-Nya ditegaskan melalui penguburan. Yesus dikafani oleh Yusuf dari Arimatea dan dikuburkan pada hari yang sama. Kubur-Nya dijaga ketat oleh para prajurit atas perintah Pilatus. Batu penutup kubur dimeteraikan untuk memastikan tidak seorang pun dapat membukanya.
Dengan demikian, kematian Yesus adalah fakta sejarah. Ia menjalani berbagai siksaan—dicambuk, dimahkotai duri, dipaku di kayu salib, hingga lambung-Nya ditikam tombak. Semua itu terjadi sesuai dengan nubuat para nabi bahwa Ia akan menderita, mati disalibkan, dan menjadi Juruselamat bagi manusia dari hukuman dosa. MT
Kematian dan penguburan Yesus adalah fakta sejarah, penggenapan nubuat, serta bukti kasih Allah yang mengalahkan dosa dan maut demi keselamatan manusia.





