Kamis 02 April 2026
PENDERITAAN YESUS (1)
Sabda Renungan : “Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.” (Markus 8:31)
Berulang kali Yesus telah memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa saatnya akan tiba Ia harus menderita. Namun, murid-murid tidak percaya, karena bagi mereka hal itu sangat tidak logis. Bagaimana mungkin Pribadi yang begitu baik, kudus, dan berkuasa seperti Yesus harus menanggung penderitaan? Akan tetapi, di hadapan mereka, Yesus membuktikan bahwa penderitaan-Nya sungguh nyata, dan Matius mencatatnya secara jelas serta runtut :
- Penderitaan pertama adalah kesedihan yang mendalam. Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk mendukung-Nya dalam doa (Matius 26:37). Dalam doa-Nya, Yesus memohon agar cawan penderitaan itu, jika mungkin, tidak perlu diminum. Yang paling menyedihkan bagi Yesus bukanlah siksaan fisik, melainkan ketika Allah Bapa seakan-akan memalingkan wajah-Nya. Yesus, yang tidak berdosa, rela menderita demi menyelamatkan manusia berdosa.
- Penderitaan kedua adalah ketika Yesus diolok-olok dan diludahi secara terbuka di depan umum. Ia menahan diri untuk tidak melawan dan dengan ikhlas menerima penghinaan. Ia yang terhormat rela direndahkan. Ia yang suci menerima olokan dan ludah yang mengotori wajah-Nya. Namun, hati-Nya yang penuh kasih tidak ternodai oleh kepahitan.
- Penderitaan ketiga adalah menghadapi pengadilan rakyat, pengadilan agama, dan pengadilan negara. Menurut pemeriksaan Herodes dan Pilatus, Yesus tidak bersalah dan tidak melanggar hukum. Namun, mahkamah agama dan massa tetap memaksakan kehendak untuk menghukum-Nya secara brutal.
- Penderitaan keempat adalah penyesahan (Matius 27:26). Setelah pakaian-Nya dibuka, Yesus dicambuk dengan cambuk yang ujungnya dilengkapi besi berkait, yang merobek tubuh-Nya. Ini merupakan penyiksaan yang sangat mengerikan.
- Penderitaan kelima adalah pemakaian mahkota duri yang melukai kepala-Nya. Setelah mahkota itu dikenakan, para prajurit menampar dan memukul kepala Yesus sehingga duri semakin menancap. Semua penderitaan ini menggambarkan hukuman kekal yang seharusnya ditanggung manusia berdosa, tetapi ditanggung oleh Yesus demi keselamatan manusia. MT
Yesus rela menanggung penderitaan dan penghinaan demi menebus dosa manusia serta menyatakan kasih Allah yang sempurna dan menyelamatkan.






