Sabtu 21 Maret 2026
IMAN SEGALA MUSIM
Sabda Renungan : “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8)
Yesus pernah bertanya kepada murid-murid-Nya, “Jika Anak Manusia datang, adakah Ia mendapati iman di bumi ini?” Pertanyaan ini menunjukkan bahwa iman adalah sesuatu yang sangat berharga dan bahkan bisa menjadi langka pada hari-hari terakhir. Dalam Yudas 1:3, kita dinasihati untuk berjuang mempertahankan iman yang telah dipercayakan kepada kita. Banyak hal dalam kehidupan dapat menggugurkan iman, seperti masalah, tantangan, dan pencobaan yang silih berganti datang mencoba melemahkan bahkan menghancurkan iman kita kepada Kristus.
Dalam 2 Timotius 4:10 disebutkan bahwa Demas meninggalkan Paulus karena mencintai dunia ini. Hal ini mengingatkan kita bahwa iman dapat meredup ketika hati lebih terpikat pada dunia daripada Tuhan. Iman pun dapat digambarkan seperti mengalami empat musim :
- Musim semi (musim berbunga). Orang dengan iman musim semi biasanya penuh semangat, memiliki banyak ide, giat melayani, dan berkobar dalam kasih mula-mula. Petrus pernah mengalaminya ketika berjalan di atas air (Matius 14:28) dan dengan penuh keyakinan berkata bahwa ia tidak akan menyangkal Yesus (Matius 26:33). Namun, kita tahu bahwa akhirnya ia tetap jatuh.
- Musim panas. Musim ini ditandai dengan kekeringan rohani, ujian berat, kesendirian, dan aktivitas yang terasa tanpa hasil. Dalam masa ini, seseorang perlu terus bergantung pada Roh Kudus agar tetap setia (2 Timotius 4:5).
- Musim dingin, yaitu masa pemangkasan dan pemurnian. Keberhasilan seakan hilang, aktivitas berkurang, dan suasana terasa sunyi. Namun, masa ini adalah waktu perenungan dan pertumbuhan menuju tingkat yang lebih dewasa. Setelah melewati proses ini, Petrus dipakai Tuhan secara luar biasa (1 Petrus 5:10).
- Musim gugur atau musim panen. Mereka yang setia melewati musim sulit akan melihat penuaian. Pelayanan menjadi berbuah, dan berkat Tuhan dinyatakan. Karena itu, gereja perlu mempersiapkan diri menyambut tuaian jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan. MT
Iman harus dipertahankan setia melewati setiap musim kehidupan hingga menghasilkan penuaian dan kemuliaan bagi Tuhan.





