Kamis 12 Februari 2026
BERTAMBAH HIKMAT-NYA
Sabda Renungan : “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:52)
Kira-kira delapan belas tahun dari kehidupan Yesus berlangsung tanpa banyak keterangan. Kita tidak mengetahui secara rinci bagaimana kehidupan Yesus selama delapan belas tahun tersebut. Ada orang-orang yang mencoba membuat kisah-kisah menarik untuk mengisi masa itu. Misalnya, Yesus dikisahkan membuat burung dari tanah bersama teman-teman bermain-Nya, lalu tiba-tiba memberi kehidupan kepada burung tanah tersebut sehingga dapat terbang bebas di angkasa. Namun, Alkitab tidak menuliskan kisah-kisah seperti itu, sehingga kita pun tidak perlu mengada-adakan sesuatu yang tidak ada.
Alkitab menyatakan: “Dan Yesus bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia” (Lukas 2:52).
Dalam Markus 6:3, kita mengetahui bahwa Yesus dibesarkan dalam sebuah keluarga besar dan bahwa ayah-Nya adalah seorang tukang kayu. Yusuf tidak lagi disebutkan dalam kitab-kitab Injil selanjutnya, sehingga dapat diperkirakan bahwa Yusuf telah meninggal sebelum Yesus memulai pelayanan-Nya. Tidaklah keliru jika ada yang berpendapat bahwa kemungkinan besar Yesus, sejak usia muda, telah bekerja untuk melanjutkan pekerjaan Yusuf demi menghidupi ibu dan adik-adik-Nya.
Ketika Yesus mengajar, Ia sering memakai praktik-praktik pertukangan, seperti bangunan dan bajak, untuk menjelaskan ajaran-Nya. Ia juga kerap menggunakan gambaran-gambaran dari dunia pertanian, seperti dalam perumpamaan tentang penabur. Namun yang pasti, selama tahun-tahun tersebut Yesus bertumbuh dan berkembang dengan baik secara fisik, psikis, dan spiritual, sesuai dengan kehendak Allah, sambil tetap menyadari sepenuhnya bahwa Ia adalah Anak Allah.
Walaupun Yesus adalah Anak Allah, kodrat manusiawi-Nya sungguh sempurna. Terjadi proses pertumbuhan yang utuh dan seimbang. Yesus bertumbuh menjadi pribadi yang penuh tanggung jawab di tengah keluarga besar-Nya. Alkitab dengan jelas mencatat perkembangan yang mengisi delapan belas tahun tersebut. Ia bertambah dalam hikmat, dan karena itu layak menjadi teladan bagi pertumbuhan hidup kita. MT
Yesus bertumbuh utuh sebagai manusia sejati, setia menjalani proses kehidupan, bertanggung jawab, penuh hikmat, sehingga menjadi teladan pertumbuhan rohani, mental, dan sosial bagi kita semua.




