Rabu 21 Januari 2026
ALLAH YANG MAHAKUASA
Sabda Renungan : “Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: ”Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.” (Kejadian 17:1)
Dua puluh empat tahun setelah Allah berjanji kepada Abraham, Allah menampakkan diri kepada Abram. Sebelum Yesus datang sebagai Allah yang menjadi manusia, Ia telah sering menampakkan diri; salah satunya adalah kepada Abraham. Tentu Allah berdaulat untuk menampakkan diri-Nya, bukan atas permintaan Abram. Abram hanya tetap hidup sebagai bapa orang percaya yang setia pada panggilan-Nya.
Allah menampakkan diri kepada Abram dengan membawa berita yang harus dipegang teguh serta tuntutan yang harus ditaati dan diamalkan. Berita-Nya adalah bahwa Allah memperkenalkan diri sebagai Allah Yang Mahakuasa. Ia menampakkan diri kepada Abram, tetapi berita perkenalan-Nya berlaku bagi semua orang percaya.
Semua umat beriman hendaklah hidup sebagai umat Allah Yang Mahakuasa. Percayalah bahwa Dia sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Allah berkuasa menggenapi semua janji-Nya, walaupun secara alami hal itu sudah tidak mungkin lagi. Jika Allah menghendaki dan campur tangan, segala sesuatu dapat terjadi.
Secara alami Sarai tidak mungkin lagi melahirkan, tetapi di dalam kuasa Allah, janji-Nya tetap akan tergenapi. Bila Allah menggenapi janji-Nya kepada semua orang percaya, tetaplah setia berpegang kepada janji-Nya. Namun, di samping Allah memperkenalkan diri sebagai Allah Yang Mahakuasa, umat-Nya harus hidup berkarakter benar dan baik.
Hidup tak bercela berarti terus melangkah dalam perjalanan iman dan membenahi hidup, menguduskan diri dengan melepaskan segala dosa dan kelemahan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Kita harus setia hidup beriman untuk menerima janji Allah, dan setia membangun perilaku yang menyenangkan hati Allah.
Iman saja tidak cukup; iman harus disertai dengan ketaatan. Beriman dan hidup tak bercela di hadapan Allah harus berjalan seiring dan seimbang. Tidak boleh salah satunya diabaikan, karena keduanya sama-sama penting. Semua janji dan mukjizat Allah dinyatakan kepada umat yang tetap terarah kepada-Nya serta terus berjuang dan belajar untuk hidup tak bercacat. MT
Iman saja tidak cukup, harus juga disertai ketaatan kepadaAllah yang Mahakuasa.




