Jumat 09 Januari 2026
PENYEMBAH SELALU DATANG KEPADA ALLAH
Bacaan Sabda : Yokobus 4:1-10
“Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!” (Yokobus 4:8)
Tentu kita semua mempunyai keinginan dan harapan. Keinginan dan harapan yang dimaksud mungkin adalah sesuatu yang baik dan benar menurut penilaian kita sendiri. Kita pun mencoba melakukan sesuatu menurut cara kita sendiri. Tidak sedikit pula yang mencoba melemparkan kritik yang kasar sampai sulit dibedakan antara mengkritik dan bertengkar. Tujuan utamanya adalah agar harapan yang kita anggap benar itu dapat tercapai.
Hal serupa sering terjadi dalam keluarga. Berapa banyak suami dan istri yang, sambil saling mengkritik dengan keras, sesungguhnya sudah bertengkar dan berkelahi untuk saling mengubah. Dalam hal ini, mereka sedang memperjuangkan agar “ini” atau “itu” yang terlaksana. Yakobus menegaskan bahwa seharusnya hal yang perlu dilakukan adalah berdoa atau meminta untuk memperoleh kasih karunia Tuhan.
Tentu saja bisa terjadi seseorang meminta dengan alasan yang keliru, yaitu agar Tuhan mengabulkan sesuatu yang hanya menyenangkan diri sendiri. Ibrani 4:16 menyatakan: “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia Allah, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”
Jika saudara membutuhkan sejumlah uang, apakah pihak bank yang akan datang kepada saudara? Tentu saja tidak. Saudara sendirilah yang pergi ke bank dan berkata, “Saya butuh uang.” Setelah pihak bank memberikan persyaratan, saudara akan melengkapinya, lalu pihak bank akan memproses permintaan tersebut.
Allah berfirman: “Aku mempunyai sebuah ruang takhta yang bernama kasih karunia. Engkau membutuhkan kasih karunia? Mendekatlah agar engkau memperolehnya.” Untuk mengetahui apakah sesuatu yang kita pikirkan dan perjuangkan itu benar atau salah, kita harus masuk ke dalam takhta kasih karunia Allah. Hal ini berarti merendahkan diri, sujud, menyembah, berdoa, dan meminta kepada Allah.
Jika kita sudah menyembah, berdoa, dan meminta, itu bukan berarti kita menjadi pasif dan tidak melakukan tanggung jawab. Jika demikian, berarti kita hidup tanpa hukum atau aturan yang berlaku. Hidup di bawah kasih karunia berarti kita mendapat dorongan untuk taat pada hukum atau aturan, dari sumber kekuatan yang benar, yaitu Roh Kudus. MT
Setiap kita menyembah Allah, kita sedang berada di hadapan Allah.





