Jumat 02 Januari 2026
ALLAH PENCIPTA
Bacaan Sabda : Ibrani 11:3
“Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.” (Ibrani 11:3)
Dari kisah Allah menciptakan langit, bumi, dan segala isinya, kita memperoleh informasi penting berupa kebenaran bahwa Allah adalah Pencipta yang berkepribadian, kudus, dan tidak terbatas, namun sangat peduli kepada umat-Nya. Ia mencipta bukan untuk menyia-nyiakan, melainkan ingin selalu terlibat dalam kelangsungan ciptaan-Nya.
Penciptaan adalah inisiatif Allah, dan umat dapat mengetahuinya karena hal itu didasarkan pada pernyataan dan wahyu ilahi. Umat pun memahaminya hanya berdasarkan iman. Karena itu, pendekatan Alkitab tentang penciptaan merupakan bagian dari kabar baik bagi manusia, sebab kepastian penciptaan adalah bagian dari penyelamatan yang dapat diamati melalui iman.
Alkitab, sejak kitab Kejadian, telah memberitakan bahwa penciptaan melibatkan ketiga Oknum Trinitas. Setelah Allah mencipta, semuanya menjadi fakta yang terlihat secara nyata. Penulis Ibrani menyatakan bahwa apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. Karya dan rencana Allah bagi semua umat adalah agar mereka percaya walaupun belum melihat, sebab pada waktunya mereka akan melihat.
Memahami fakta penciptaan tidak dapat dipisahkan dari iman. Dalam prosesnya, manusia harus beriman terlebih dahulu, baru kemudian memahami — bukan sebaliknya. Dalam hal ini, Allah sedang mendidik manusia agar selalu mengedepankan iman dalam membangun hubungan dengan-Nya. Hal ini juga berkaitan dengan sikap Allah dalam mengimpartasikan kreativitas-Nya kepada manusia, ciptaan-Nya yang mulia. Allah menghendaki manusia tidak hanya mengulangi apa yang sudah ada, tetapi juga berusaha menemukan hal-hal yang baru.
Iman adalah pemberian Allah untuk menyelamatkan manusia — yang kita kenal sebagai iman yang menyelamatkan — dan itulah inti dari iman. Namun, iman juga adalah pemberian Allah agar umat yang telah diselamatkan-Nya dapat terus memasuki kehidupan yang kreatif.
Hidup tidak hanya dijalankan berdasarkan hal-hal logis yang dapat dilihat dari segala peristiwa yang telah dialami. Umat beriman diberi kemampuan untuk melihat dan memahami hal-hal yang belum tampak karena masih merupakan misteri, walaupun seharusnya ada dan nyata. Inilah yang saya maksud dengan pernyataan bahwa iman adalah pendidikan yang dianugerahkan Allah untuk membangkitkan kreativitas umat-Nya. MT
Hidup beriman menyelamatkan tetapi juga membangkitkan kreatifitas.








