Selasa 07 April 2026
KESETIAAN PENGIKUT KRISTUS
Sabda Renungan : “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.” (Matius 28:2-4)
Murid-murid Yesus rupanya telah melupakan pernyataan-Nya ketika Ia memberitahukan tentang penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Justru para penyiksa dan pembunuh-Nya yang mengingat hal itu, sehingga mereka menugaskan para serdadu Romawi untuk menjaga kubur Yesus.
Kematian Yesus tampaknya telah mengacaukan hati dan pikiran para murid, sehingga mereka melupakan hal yang sangat penting. Berbeda dengan para perempuan pengikut Yesus, khususnya Maria Magdalena dan Maria yang lain—mungkin juga Maria, ibu Yesus. Meskipun mereka mungkin tidak sepenuhnya memahami pemberitahuan Yesus tentang kematian dan kebangkitan-Nya, pada pagi hari Minggu mereka tetap pergi ke kubur Yesus.
Kesetiaan merekalah yang mendorong mereka datang ke kubur. Mereka setia kepada Yesus yang menderita, mati, dan dikuburkan. Mereka setia kepada Yesus yang hidup, dan tetap setia bahkan ketika Yesus telah mati dan dikuburkan. Bagi mereka, semua peristiwa yang dialami Yesus memiliki arti dan tujuan, baik bagi mereka sendiri maupun bagi seluruh manusia berdosa.
Justru merekalah yang pertama mengetahui kebangkitan Yesus. Mereka menyaksikan kubur yang telah terbuka karena batu besar yang menutupnya sudah terguling. Di dalam kubur yang kosong itu hanya terdapat kain kafan. Seorang malaikat memberitahukan kepada mereka agar tidak takut, karena Yesus telah bangkit.
Berbeda dengan para serdadu yang menjaga kubur Yesus. Mereka sangat ketakutan, seperti orang mati berdiri dalam ketakutan yang ekstrem. Mereka kemudian melarikan diri dan melaporkan kebangkitan Yesus kepada imam-imam kepala.
Sesungguhnya, para penjaga kubur itu mengetahui dan bahkan dapat percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Namun, hati mereka tertutup karena menerima uang tutup mulut dari imam-imam kepala. Mereka terus menyebarkan berita bohong untuk menggoyahkan iman para pengikut Kristus. Hal ini terjadi sebagai ujian bagi kesetiaan para pengikut Kristus.
Para perempuan yang datang ke kubur Yesus tetap setia, bahkan ketika Yesus berada di dalam kubur dan sedang berjuang mengalahkan kematian. Kesetiaan pengikut Kristus memang diuji melalui kenyataan hidup, ketika terkadang Yesus seolah-olah diam dan memalingkan wajah-Nya dari umat-Nya. MT
Kesetiaan sejati kepada Yesus diuji dalam keadaan sulit; yang setia akan melihat kebangkitan dan kebenaran-Nya dinyatakan dengan nyata.






