Senin 06 April 2026
KEBENARAN SEJATI TAK TERKALAHKAN
Sabda Renungan : “Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu 13dan berkata: ”Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur” (Matius 28:12-13)
Serdadu-serdadu penjaga kubur Yesus adalah kelompok yang menyaksikan sendiri fakta kebangkitan-Nya. Mereka mengalami langsung fenomena alam berupa gempa yang membuka dan menggulingkan batu besar penutup kubur Yesus. Kemudian, mereka mengakui dan menceritakan peristiwa kebangkitan itu kepada imam-imam kepala.
Sesungguhnya, mereka mengetahui kebenaran tersebut. Namun, demi uang sogokan, mereka membelokkan kebenaran sesuai dengan berita kebohongan yang direkayasa oleh para tokoh agama Yahudi. Kebohongan ini terus berlangsung hingga sekarang dan sering dijadikan sebagai berita yang menyerang kekristenan.
Namun, perlu dipahami bahwa kebenaran tetaplah kebenaran sejati. Kebohongan tidak akan mampu melemahkannya. Sejarah telah mencatat secara terpercaya bahwa penyaliban Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan. Saat berada di atas kayu salib, Ia berdoa bagi orang-orang yang menganiaya-Nya. Mereka yang menyaksikan berbagai fenomena alam saat Ia mati pun mengakui bahwa Dia adalah Tuhan.
Dengan demikian, sangat jelas bahwa sejak awal penderitaan-Nya—mulai dari doa di taman Getsemani, penangkapan, penyaliban, hingga penguburan—semuanya merupakan fakta sejarah yang menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan yang menjadi manusia, hidup tanpa dosa dan kesalahan.
Ketika berdoa di taman Getsemani hingga ditangkap, Yesus menunjukkan ketenangan dan kasih kepada para serdadu yang menangkap-Nya. Ia bahkan meredam kemarahan Petrus yang menebas telinga Malkhus hingga terpotong. Yesus memungut telinga itu dan memulihkannya.
Saat disiksa hingga disalibkan, Ia tetap mengasihi dan memohon pengampunan kepada Allah Bapa bagi para penyiksa dan pengejek-Nya. Di atas kayu salib, Ia mengampuni dan memastikan bahwa seorang yang disalibkan di samping-Nya diselamatkan dan masuk ke Firdaus
Klimaksnya, kubur tidak dapat menahan-Nya. Dalam keadaan mati dan dikuburkan, Ia tetap berkuasa dan mengalahkan kematian. Kebenaran sejatinya adalah bahwa Dia adalah Tuhan. Upaya-upaya para pemuka agama dan penguasa bangsa tidak akan mampu menutupi kebenaran ini. Sepanjang zaman, mungkin akan selalu ada usaha untuk menutupinya, tetapi kebenaran akan tetap kebenaran: Yesus adalah Tuhan. MT
Kebenaran kebangkitan Yesus tidak dapat disangkal, ditutupi, atau dikalahkan; Dia adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa sepanjang masa.






