Senin 30 Maret 2026
PENUAI UMAT PILIHAN
Sabda Renungan : “Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu..” (Matius 9:38)
Setelah Matius memaparkan berbagai implikasi Kerajaan Surga, ia memberikan sebuah bagian yang menjadi jembatan antara ajaran tentang hukum Kerajaan Surga dan panggilan Tuhan kepada murid-murid-Nya, yang kemudian diutus untuk melayani (Matius 10–12). Karena itu, Matius 9:35–38 memiliki posisi yang sangat penting sebagai titik balik. Pemahaman tentang Kerajaan Surga tidak boleh berhenti pada pengertian teologis semata. Pemahaman itu bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau pertumbuhan rohani diri sendiri. Jika demikian, apa bedanya kita dengan dunia? Bukankah dunia modern sering mengajarkan sikap egois dan berpusat pada diri?
Tuhan menentang konsep egoisme. Sebagai warga Kerajaan Surga, kita dipanggil untuk hidup altruistik. Seluruh aspek hidup kita, baik materi maupun spiritual, harus menjadi berkat bagi orang lain, sebagaimana diteladankan oleh Tuhan Yesus. Seorang anak Tuhan harus memiliki cara pandang yang berbeda dari dunia. Tampilan luar bisa menipu, tetapi dengan mata rohani kita dapat melihat jiwa-jiwa yang lelah dan terlantar seperti domba tanpa gembala.
Namun, belas kasihan tidak boleh berhenti sebagai perasaan. Tuhan menghendaki agar hati yang tergerak itu diwujudkan dalam tindakan nyata. Hidup kita harus menjadi jawaban bagi mereka yang letih dan kehilangan arah.
Ketika Yesus berkata, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit,” Ia mengajarkan prinsip yang berbeda dari manajemen dunia. Dunia mendorong kerja keras demi imbalan. Namun, Yesus terlebih dahulu memerintahkan untuk berdoa kepada Tuhan yang empunya tuaian agar Ia mengirim pekerja. Artinya, pelayanan dimulai dari ketergantungan kepada Allah.
Kita hanyalah penuai yang dipercayakan tugas. Kita harus bekerja sungguh-sungguh, dengan bijaksana dan efektif. Namun, kita sadar bahwa pertobatan dan hasil pelayanan bukan karena kehebatan kita, melainkan karena kedaulatan Tuhan. Pada akhirnya, kita hanyalah hamba yang bertanggung jawab kepada Sang Pemilik tuaian.MT
Pemahaman Kerajaan Surga menuntun pada belas kasihan, doa, ketergantungan kepada Tuhan, dan pelayanan setia demi tuaian jiwa-jiwa.






