Rabu 25 Februari 2026
SATU PILIHAN “HIKMAT”
Sabda Renungan : “Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.” (1 Raja-raja 3:10)
Terkadang kita tidak menyadari bahwa sejak bangun pagi, kita telah dihadapkan pada berbagai pilihan. Apakah kita akan berolahraga terlebih dahulu atau menyiapkan sarapan? Apakah kita akan minum kopi atau teh? Sarapan nasi atau roti, atau memilih untuk tidak sarapan? Kita juga memilih pakaian serta alat transportasi yang digunakan. Pilihan-pilihan kecil ini terus kita hadapi sepanjang hari hingga akhirnya kita kembali beristirahat.
Namun, ada pula pilihan-pilihan yang jauh lebih serius dan menentukan arah hidup, seperti memilih jurusan setelah lulus SMA, menentukan karier, bahkan memutuskan apakah kita akan hidup taat kepada Tuhan atau justru membangkang karena tertarik pada kenikmatan dunia. Pilihan-pilihan ini membawa dampak besar. Apakah keputusan kita benar atau salah? Apakah didasarkan pada firman Tuhan atau hanya perhitungan manusia? Apakah kita hidup sesuai prinsip Kerajaan Allah, atau hanyut dalam arus kesesatan dunia?
Alkitab mencatat bagaimana Salomo pernah dihadapkan pada sebuah kesempatan langsung dari Tuhan untuk menetapkan pilihan. Seandainya kita diberi satu kesempatan untuk meminta sesuatu yang pasti akan dikabulkan saat itu juga, apa yang akan kita pilih? Pertanyaan ini tampak sederhana, namun sangat sulit dijawab. Jika memilih panjang umur, bagaimana jika hidup dipenuhi penderitaan? Jika memilih kekayaan, bagaimana jika umur menjadi singkat?
Kesempatan itu benar-benar diberikan kepada Salomo. Semua berawal dari cara hidupnya yang meneladani Daud, ayahnya, yaitu hidup yang menunjukkan kasih kepada Tuhan melalui ketaatan terhadap ketetapan-Nya. Pola hidup inilah yang berkenan di hadapan Tuhan. Suatu malam di Gibeon, Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi dan berfirman, “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu” (1 Raja-Raja 3:5). Ini adalah anugerah yang sangat besar.
Di tengah kesempatan luar biasa itu, Salomo mengambil keputusan yang mengejutkan banyak orang. Ia tidak meminta kekayaan atau umur panjang. Ia juga tidak meminta berkat materi atau pemuasan diri. Tanpa ragu dan tanpa menunda, Salomo memilih meminta hikmat. Hikmat inilah yang menuntun Salomo memerintah dengan takut akan Tuhan serta menjadi teladan bahwa pilihan yang benar selalu berakar pada ketaatan dan kasih kepada Tuhan yang sejati dan hidup kekal. MT
Pilihan hidup yang benar lahir dari hikmat Tuhan, bukan keinginan dunia, dan menentukan arah kekal.




