Selasa 24 Februari 2026
ORANG BIJAK MENDENGARKAN NASIHAT
Sabda Renungan : “Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan, tetapi siapa membenci teguran adalah dungu.” (Amsal 12:1) . “Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat adalah bijak.”(Amsal 12:15)
Sebagai manusia, kita memiliki kecenderungan untuk mementingkan dan membenarkan diri sendiri, bahkan merasa paling benar. Akibatnya, kita sering kali sulit menjadi pendengar yang baik bagi orang lain. Padahal, kesediaan mendengarkan menunjukkan penghargaan kepada sesama dan menandakan bahwa kita mau memahami orang lain. Mendengarkan juga berarti kerelaan menerima teguran, masukan, kritik, saran, maupun nasihat. Karena itu, kita perlu menyikapi semuanya secara positif ketika hal-hal tersebut ditujukan kepada kita. Firman Tuhan menegaskan, “…mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat” (Amsal 13:10).
Sebagai pemimpin bangsa Israel, Musa memikul tugas dan tanggung jawab yang sangat berat, bahkan melampaui kemampuannya. Ia menjadi tempat bangsa itu datang untuk menanyakan petunjuk Allah serta mengadili setiap perkara yang terjadi di antara mereka (Keluaran 18:15–16). Musa memegang wewenang menetapkan hukum sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan umat. Mustahil baginya mengerjakan semua itu seorang diri, sehingga ia sangat membutuhkan bantuan dari orang lain.
Yitro, mertua Musa yang juga seorang imam dari Midian, dengan cermat memperhatikan bagaimana Musa mengadili bangsa itu dari pagi sampai petang (Keluaran 18:13). Tugas yang terus-menerus dilakukan ini tentu sangat menguras tenaga dan pikiran. Karena itu Yitro menasihatinya dengan jujur dan tegas, bahwa cara kerja tersebut tidak baik dan akan membuat Musa serta bangsa itu menjadi sangat lelah (Keluaran 18:17–18). Ia pun mengusulkan agar Musa mendelegasikan tugas kepada orang-orang yang cakap dan dapat dipercaya, sehingga Musa tidak harus menangani semuanya secara langsung. Dibutuhkan kerendahan hati untuk menerima nasihat seperti ini.
Musa memilih untuk mendengarkan nasihat Yitro dan melakukannya. Dengan mendelegasikan tugas-tugasnya, beban Musa menjadi lebih ringan. Selain itu, kesempatan terbuka bagi orang lain untuk terlibat dan mengembangkan potensi mereka. Dengan adanya kerja sama, persoalan bangsa Israel dapat ditangani dengan lebih cepat dan efektif, sehingga tercipta efisiensi waktu dan tenaga. MT
Kerendahan hati mendengarkan nasihat Tuhan memampukan pemimpin bekerja efektif, mendelegasikan tugas, dan membangun kebersamaan bersama.




