Senin 23 Februari 2026
ORANG KRISTEN HARUS BIJAK
Sabda Renungan : “Ajar kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mazmur 90:12)
Menjadi orang berhasil, punya kedudukan tinggi, pintar, terkenal, dan kaya raya adalah impian dari semua orang; inilah dunia, di mana setiap individu selalu menilai orang lain berdasarkan apa yang terlihat secara kasat mata. Hanya sedikit orang yang punya kerinduan untuk menjadi orang yang bijaksana. Namun, Alkitab mengatakan demikian, “Apa gunanya seorang yang bijaksana memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” Tuhan menghendaki setiap kita memiliki hati yang bijak, menjadi pribadi-pribadi yang bijaksana.
Bijaksana tidak selalu berkaitan dengan kecerdasan atau kepintaran seseorang. Banyak orang yang cerdas dan berintelejensi tinggi hidup secara tidak bijaksana. Itulah sebabnya firman Tuhan memperingatkan, “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak; takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan” (Amsal 3:7).
Untuk bisa menjadi orang yang bijaksana, tiada jalan lain selain harus melekat kepada Tuhan, menyediakan banyak waktu untuk bersekutu dengan-Nya dan merenungkan firman-Nya. Semakin kita menyukai Taurat Tuhan, semakin kita dibentuk menjadi pribadi yang bijak. Inilah yang dirasakan Daud, “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana daripada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti daripada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu” (Mazmur 119:97–100). Karena itu Musa pun berdoa, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
Membaca banyak buku ilmu pengetahuan apa pun sangat bagus karena membuat wawasan kita bertambah. Namun, jangan pernah lupa membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari. Bangsa Israel beroleh teguran keras dari Tuhan karena mereka melupakan ajaran-Nya, “…hai bangsa yang bebal dan tidak bijaksana?” (Ulangan 32:6).
Langkah awal menjadi orang Kristen yang bijak adalah mencintai firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam. Sudahkah kita melakukannya setiap hari? MT
Hikmat sejati lahir dari takut akan Tuhan, mencintai firman-Nya, dan hidup melekat kepada-Nya.




