Jumat 20 Februari 2026
HIKMAT MELALUI KELEMAHAN
Sabda Renungan : “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2 Korintus 12:9)
Dalam 2 Korintus 1:4–5, Rasul Paulus menyatakan bahwa Allah mengizinkan pencobaan agar, berdasarkan pengalaman rohaninya, ia dapat menghibur dan menguatkan orang lain. Namun, dalam pembacaan Alkitab hari ini, Paulus juga melukiskan adanya “duri dalam dagingnya” yang diizinkan Allah dengan tujuan agar ia tetap rendah hati. Allah ingin memakai Rasul Paulus sebaik-baiknya dan membuatnya terus bergantung kepada-Nya. Allah mengatur hidup Paulus demi suatu tujuan yang mulia. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Rasul Paulus bukan semata-mata karena rencananya sendiri, melainkan merupakan bagian dari hikmat Allah yang mengatur hidupnya.
Hal yang sama dapat terjadi dalam hidup saudara saat ini. Segala sesuatu yang terjadi bukan hanya karena kemalangan atau keberuntungan, dan juga bukan karena kebetulan semata. Sekalipun kita menyebutnya keberuntungan atau kemalangan, Allah tetap dapat memakainya untuk membentuk hidup saudara. Allah juga berkarya melalui peristiwa-peristiwa yang mungkin saudara anggap kebetulan. Yakinlah, Allah dengan hikmat-Nya yang sempurna mengatur hidup saudara dengan baik, tepat, dan benar.
Dalam pembacaan Alkitab hari ini, Rasul Paulus membagikan pengalaman-pengalaman rohaninya :
- Pengalaman rohani pertama melambangkan kekuatan rohaninya. Ia menerimanya sebagai suatu keistimewaan dan penyataan Allah yang luar biasa. Allah menghiburnya agar ia mampu bertahan dalam penderitaan yang berkepanjangan demi Injil. Tampaknya Allah juga menyingkapkan bahwa Firdaus adalah langit yang ketiga, setelah atmosfer dan wilayah bintang-bintang.
- Pengalaman rohani kedua berkaitan dengan “duri dalam daging”, yang melambangkan kelemahan manusiawinya. Duri dalam daging dapat berupa penyakit atau hal lain yang menjadi bagian dari kelemahan manusia. Sama seperti Rasul Paulus, apabila kita berdoa dan mengalami penolakan, kita tidak perlu resah, karena sering kali Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik.
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu.” Kasih karunia adalah kehadiran Allah yang nyata, menyertai anak-anak-Nya di dalam kelemahan. Allah menyertai dengan memberi nilai yang kekal, bahkan melalui kelemahan. Dari pengalaman inilah lahir pernyataan bijak dari hati dan mulut Paulus: “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” MT
Allah memakai kelemahan dan pencobaan untuk membentuk kerendahan hati, kekuatan sejati, dan ketergantungan penuh kepada-Nya.




