Rabu 18 Februari 2026
BERHIKMAT WALAU TAK BERPENGALAMAN
Sabda Renungan : “Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” (Mazmur 19:8)
Dalam tradisi dan filosofi Asia, pada umumnya disimpulkan bahwa orang tua lebih bijaksana daripada orang muda. Alasannya adalah orang tua lebih banyak “makan asam, garam, dan gula” kehidupan; dengan kata lain, lebih berpengalaman.
Padahal, asam berpotensi melemahkan usus, dan garam dapat mengakibatkan diabetes. Tidak heran, pengalaman yang banyak tetapi tidak disikapi dengan benar justru berpotensi membuat seseorang menjadi sombong. Ketika seorang muda mengusulkan pendapat yang cukup bijaksana dalam rapat, orang tua sering kali tidak mudah menerimanya. Para orang tua yang merasa jauh lebih berpengalaman berkomentar, “Anak kemarin sore dan masih hijau, kamu bisa apa?
Ketika pendapat orang tua dikritik oleh orang muda, tidak jarang orang tua bersikap masa bodoh, bahkan marah dengan komentar seperti, “Belajar dulu, jangan asal bicara! Telan dulu kata-katamu yang asal cuap itu!”
Eh, maaf, kok saya jadi ngelantur ya? Ternyata, walaupun saya sudah semakin tua dan cukup berpengalaman, masih saja bisa tidak berhikmat.
Tetapi puji Tuhan, Firman Tuhan itu sempurna dan menyegarkan jiwa. Peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman (Mazmur 19:8). Firman Tuhan membagikan kebijaksanaan dan mengajar kita untuk hidup dengan kearifan serta kebijaksanaan.
Lebih lanjut, dalam Mazmur 19:9, pemazmur mengatakan, “Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya.” Firman Tuhan memberi kita hikmat untuk melangkah di jalan yang benar ketika kita berada di persimpangan. Firman itu begitu jelas dan bersih sehingga tidak membingungkan. Firman Allah memampukan kita melihat segala sesuatu sebagaimana adanya.
Firman Allah membuat kita berhikmat; pengalaman hanyalah menambahkan dan mematangkannya. Pengalaman saja sering membuat kita bersembunyi dari kebenaran, memaafkan kesalahan dan dosa sendiri, bahkan kadang lari dari permasalahan atas nama pengalaman.
Namun, jika kita membuka hati dan akal budi kepada Firman Tuhan, tidak lama kemudian kita akan semakin bijak dan semakin hidup benar. Hikmat Allah dalam hidup sehari-hari memelihara hati, ucapan, dan kehidupan kita, agar kita hidup berkenan kepada-Nya. MT
Firman Tuhan memberi hikmat sejati; pengalaman hanya mematangkan, bila tunduk pada kebenaran-Nya yang menyegarkan hidup.




