Senin 16 Februari 2026
HIKMAT DAN KEKUATAN
Sabda Renungan : “Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari Dialah hikmat dan kekuatan! Dia mengubah saat dan waktu; Dia memecat raja dan mengangkat raja; Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian.” (Daniel 2:20–21)
“Sabda raja adalah sabda Allah” merupakan hukum yang berlaku pada zaman kejayaan Babel yang dipimpin Raja Nebukadnezar. Dalam predikatnya sebagai raja, tentu segala sesuatu yang dialaminya dianggap sangat penting. Begitu pentingnya, mimpinya pun diyakini memiliki makna. Namun, raja yang penting—termasuk mimpinya—ternyata lupa juga akan mimpinya sendiri. Dalam kuasanya, ia pun bersabda bahwa para orang berilmu di Babel harus mengetahui mimpinya berikut maknanya. Apabila mereka tidak dapat mengetahuinya, konsekuensinya adalah hukuman mati. Pada waktu itu ada ribuan orang yang diberi status berilmu di Babel, termasuk Daniel. Ketika ribuan orang berilmu itu pasrah menghadapi hukuman mati, Daniel menghadap raja untuk memohon penangguhan.
Waktu yang diminta Daniel digunakan secara seefektif dan seefisien mungkin untuk berdoa bersama kelompok selnya. Daniel memahami betul bahwa Allah sendirilah sumber segala hikmat dan kekuatan untuk memahami dan menghadapi situasi yang paling sulit.
Saat raja Babel tidak mengetahui mimpi dan maknanya, Daniel mengimani bahwa Allah mengizinkannya untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Allah ingin menjelaskan bahwa keyakinan rakyat yang sudah terlanjur percaya bahwa “Sabda raja adalah sabda Allah” merupakan kesalahan besar, sebab raja adalah manusia, bukan Allah. Ternyata doa Daniel bersama kelompok selnya dikabulkan Allah. Tindakan awal dan utama yang dilakukan Daniel setelah mengetahui mimpi dan maknanya adalah memuji Allah atas kebaikan, kuasa, dan hikmat-Nya.
Mengucap syukur dan memanjatkan pujian kepada Allah secara spontan dari hati yang tulus merupakan ciri khas mereka yang sungguh-sungguh mengasihi dan melayani Dia. Dalam menjalani hidup sehari-hari, kita perlu mengenal Allah yang adalah sumber hikmat. Allah memiliki sifat khas yang tentu saja sangat menggentarkan semua orang yang terus belajar untuk semakin mengenal-Nya. Hikmat Allah adalah kemampuan-Nya yang sempurna dan unik untuk menggunakan serta memadukan semua sifat-Nya secara serasi dan seimbang.
Dengan hikmat-Nya yang sempurna, Allah-lah yang mengatur manusia, segala bangsa, dan situasi. Pada zaman modern ini, kita mengenal prinsip demokrasi dengan slogan “Suara rakyat adalah suara Tuhan”. Seperti Daniel pada zamannya, kita pun perlu berdoa agar Tuhan menyatakan kuasa-Nya, bahwa kemenangan tidak selalu berada di pihak mayoritas, karena Allah-lah yang memiliki hikmat dan kuasa. MT
Allah sumber hikmat sejati; doa dan pujian menegaskan kuasa-Nya melampaui raja, mayoritas, dan situasi dunia.




