Sabtu 14 Februari 2026
MENGETAHUI SECARA PASTI
Sabda Renungan : “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” (1 Yohanes 5:13)
Orang Kristen yang menerapkan imannya secara berhikmat pasti membuktikan pengetahuannya tanpa ragu sedikit pun. Karena orang berhikmat atau orang bijaksana membangun rumahnya di atas batu. Orang berhikmat menjalani hidup yang nyata berdasarkan kepastian-kepastian yang hanya ditemukan di dalam Yesus Kristus. Dunia bisa saja menuduh umat Kristen sombong karena terlalu berpegang teguh kepada imannya, tetapi tuduhan ini jangan menjadi penghalang bagi kita untuk mengatakan, “Saya mengetahui secara pasti.” Rasul Yohanes menjelaskan ada tiga hal yang perlu kita ketahui dengan pasti :
- Pertama, Yesus adalah Anak Allah (Yohanes 5:6–10). Ketika Yesus dibaptis, Allah menyatakan, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Ketika Yesus menghentikan angin ribut dan berjalan di atas air, Dia membuktikan bahwa Dia adalah Anak Allah. Belum lagi Ia menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan membangkitkan orang mati. Bahkan serdadu Romawi yang menyaksikan Yesus mati di atas kayu salib, disertai dengan gempa bumi dan kegelapan, akhirnya mengaku, “Sungguh, Yesus adalah Anak Allah.”
- Kedua, orang percaya kepada Yesus memiliki hidup kekal (1 Yohanes 5:11–13). Hidup kekal adalah pemberian Allah, bukan hasil usaha kita. Pemberian itu adalah seorang Pribadi, yaitu Yesus Kristus Tuhan. Di dalam Yesus kita dapat memastikan bahwa kita selamat dan memperoleh hidup yang kekal. Pada waktu Sir James Simpson, penemu obat bius, hampir meninggal dunia, seorang temannya bertanya kepadanya, “Pak, apa spekulasi Bapak setelah meninggal?” Simpson menjawab, “Spekulasi? Tidak ada spekulasi, karena saya tahu kepada siapa aku percaya, dan saya yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.”
- Ketiga, Allah menjawab doa (1 Yohanes 5:14–15). Kita dapat menghadap ke hadirat Allah dengan bebas untuk memohon segala keperluan kita, dengan syarat tetap tinggal di dalam Kristus dan berdoa dengan permohonan yang sesuai dengan kehendak Allah. Doa tidak mengalahkan keengganan Allah, melainkan memperoleh kerelaan Allah.
Berdoa bukan hanya ucapan bibir, tetapi merupakan ungkapan kerinduan hati; sebab itu, “Tetaplah berdoa.” MT
Iman Kristen berhikmat berdiri di atas kepastian: Yesus Anak Allah, keselamatan hidup kekal terjamin, dan doa dijawab menurut kehendak-Nya setia.




